SULSELONLINE.COM – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia sedang mempersiapkan bantuan kemanusiaan besar-besaran untuk Palestina, termasuk rencana mengevakuasi 1.000 warga Gaza yang terluka ke Indonesia.
Menurutnya, rencana ini kemungkinan akan terealisasi di bawah pemerintahan presiden terpilih Prabowo.
Retno menjelaskan bahwa proses persiapan bantuan tersebut masih berjalan dan membutuhkan waktu yang tidak singkat.
“Persiapan sedang berjalan, namun memerlukan waktu yang lama karena berbagai tantangan logistik, seperti bagaimana mereka (korban luka) bisa keluar dari Gaza,” jelas Retno menjawab pertanyaan wartawan usai mengisi kuliah umum tentang Palestina di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, DIY, Senin (3/6).
Jadi mungkin pada saat pelaksanaannya memang di bawah pemerintahannya Pak Presiden terpilih,” kata Retno.
Hal itu disampaikan Retno sebagai respons atas pernyataan Prabowo yang menegaskan kesiapan Indonesia dalam membantu korban perang di Gaza.
Pernyataan Prabowo di Singapura
Sebelumnya, dalam acara IISS Shangri-La Dialogue ke-21 di Singapura, Sabtu (1/6), Menteri Pertahanan sekaligus presiden terpilih Prabowo Subianto mengatakan siap mengevakuasi lebih dari 1.000 korban Gaza untuk dirawat di rumah sakit-rumah sakit di Indonesia, sesuai instruksi Presiden Jokowi.
Prabowo juga menyampaikan rencana Indonesia untuk mengirimkan personel medis ke Gaza.
“Kami siap mengirimkan tenaga medis untuk mengoperasikan rumah sakit lapangan di Gaza, tentu saja dengan persetujuan semua pihak,” kata Prabowo.
“Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan saya untuk mengumumkan bahwa kami siap mengevakuasi, menerima, dan merawat hingga 1.000 pasien dengan perawatan medis dalam waktu dekat,” lanjut Prabowo.
Indonesia memiliki rumah sakit di Gaza bagian utara yang dibangun dari sumbangan rakyat Indonesia. Namun, rumah sakit tersebut rusak akibat serangan bom Israel tahun lalu.
Retno menekankan bahwa komitmen Indonesia untuk membantu Palestina akan terus berlanjut meski nantinya berada di bawah pemerintahan baru.
“Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan bantuan kemanusiaan. Kita melalui banyak cara dan jalan, tetapi yang perlu ditegaskan adalah konsistensi kita dalam membantu Palestina,” ujar Retno.
Dalam waktu dekat, Indonesia akan mengirimkan bantuan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Kita memberikan bantuan baik lewat darat maupun udara, sesuai dengan permintaan. Pernah juga kita bekerja sama dengan Yordania untuk melakukan air drop bantuan seperti obat-obatan dan selimut,” ungkap Retno mengutip kumparan.(*)

Tinggalkan Balasan