SULSELONLINE.COM — Pemerintah Kabupaten Maros mengambil langkah progresif dalam pelaksanaan distribusi daging kurban tahun ini dengan mengganti kantongan plastik konvensional dengan besek bambu anyaman. Hal ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi dampak negatif penggunaan plastik terhadap lingkungan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Maros, Andi Darmawan, penggunaan besek bambu dipilih sebagai solusi untuk mengurangi sampah plastik yang dapat mencemari lingkungan.
“Dalam prosesnya, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan penyembelihan sapi kurban dan menyetorkan 25 kg daging ke Kesra,” terangnya.
Daging tersebut kemudian dibungkus dalam besek bambu sebelum didistribusikan kepada 875 penerima yang meliputi masyarakat umum, tukang becak, guru mengaji, dan petugas cleaning service.
Darmawan juga menekankan bahwa setiap OPD hanya menyetorkan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan internalnya, sambil memastikan bahwa penerima daging kurban mencakup semua lapisan masyarakat yang membutuhkan.
“Total 35 ekor sapi disembelih di berbagai OPD pada Hari Raya Idul Adha tahun ini, menunjukkan keseriusan Pemkab Maros dalam menyediakan bantuan sosial secara inklusif dan berkelanjutan,” tuturnya.
Besek bambu, yang secara tradisional ramah lingkungan karena dapat digunakan berulang kali dan mudah terurai secara alami, menggantikan kantongan plastik yang biasanya digunakan dalam pembagian daging kurban di banyak tempat.
Inisiatif ini tidak hanya memperhatikan kesejahteraan sosial tetapi juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Maros untuk berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui tindakan nyata dalam pengurangan limbah plastik. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan global terkait manajemen sampah plastik.

Tinggalkan Balasan