SULSELONLINE.COM – Kepala UPT Bapenda Sulsel Wilayah Makassar 1 Selatan, Yarham Yasmin, mengaku menjadi korban dan menolak disebut mengkampanyekan salah satu pasangan calon (paslon) gubernur Sulsel 2024.

Yarham merasa dirinya menjadi korban karena setelah foto dirinya memegang kartu nama salah satu calon gubernur tersebar, ia lalu menjadi bahan berita di media sehingga berdampak pada kehidupan kesehariannya.

Hal tersebut disampaikan Yarham usai menjalani pemeriksaan oleh Bawaslu Sulsel, Rabu (2/10/2024). Yarham mengatakan segala tuduhan terhadap dirinya sudah diklarifikasi di Bawaslu Sulsel.

“Jelas merasa jadi korban. Saya tidak merampok uang rakyat, persoalan korupsi. Tapi, ini cukup menyita waktu. Anak-anak saya di rumah, sudah viral begini. Saya ikhlas. Yang jelas saya sudah klarifikasi,” ujar Yarham.

Yarham menjelaskan foto dirinya menampilkan simbol dua jari sambil memegang kartu salah satu paslon bukanlah bentuk dukungan. Dia berdalih hanya diajak foto oleh simpatisan paslon saat mengurus pajak.

“Itu bukan bentuk dukungan. Saya paham saya ASN. Cuma, pada saat itu ada simpatisan. Pada saat itu, kan, pelayanan. Beliau mau mengurus pajak, dia naik ke atas. Pada saat itu dia bawa sesuatu. Dia rencana bagi-bagi ke bawah, tapi saya larang. (Simbol dua jari) itu permintaan dari simpatisan tersebut. Supaya cepat selesai, dia cepat keluar. Dia minta foto,” terangnya.

Selain itu, Yarham mengaku tidak mengenal simpatisan tersebut dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan yang bersangkutan. Makanya, dirinya tidak menyangka foto yang diklaimnya atas permintaan simpatisan tersebut akan beredar luas.

“Saya tidak kenal. Dia itu wajib pajak. Dia naik ke atas untuk konsultasi kemudian dia tiba-tiba keluarkan itu kartu. Terus dia minta tolong kalau bisa foto. Saya tidak pernah menyangka ini keluar. Itu ruangan saya, perkantoran. Tidak mungkin saya mau gegabah,” tuturnya.

Yarham pun berencana mencari klarifikasi lebih lanjut terkait simpatisan tersebut. Dia mengaku sudah mengantongi data yang bersangkutan dan berharap Bawaslu Sulsel segera melakukan pemanggilan.

“Harus. Saya punya datanya. Saya akan cari untuk klarifikasi juga. Hak saya juga. Saya diviralkan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada panggilan dari Bawaslu,” ucapnya.

Bawaslu Sulsel memeriksa tiga oknum ASN yang berkantor di UPT Bapenda Sulsel Wilayah Makassar 1 Selatan terkait dugaan mengampanyekan salah satu paslon Pilgub Sulsel 2024. Dari 3 oknum ASN, 1 orang berstatus terlapor dan 2 orang sebagai saksi.

“Kita sudah panggil terlapor. Alhamdulillah, terlapor hadir dan kooperatif. Yang terlapor sudah diambil keterangannya. Nanti selanjutnya kita akan dorong ke rapat pleno pimpinan untuk dilakukan rapat pembahasan di Sentra Gakkumdu,” ujar penyidik Sentra Gakkumdu Bawaslu Sulsel Rakhmat Hidayat kepada wartawan, Rabu (2/10).

Rakhmat mengungkapkan hanya ada satu oknum ASN yang dilaporkan, tetapi dalam foto yang viral terdapat tiga orang. Sehingga, kata dia, Bawaslu Sulsel memutuskan memeriksa ketiganya.

“Yang terlapor cuma satu. Cuma, kan, yang di dalam foto itu ada tiga orang. Jadi, tiga orang kita periksa. (Dua orang yang lain) saksi,” katanya.

Dalam foto yang beredar, ada tiga orang di dalam satu ruangan. Mereka berpose dua jari sambil memegang stiker merujuk pada salah satu paslon Pilgub Sulsel 2024.

Satu di antara mereka adalah Kepala UPT Pendapatan Wilayah Makassar 1 Bapenda Sulsel Yarham. (*)