SULSELONLINE.COM – Mohammad Ramdhan Pomanto, Wali Kota Makassar dua periode, melaporkan dugaan pemalsuan tandatangan dan puluhan ribu suara tidak sah ke pihak kepolisian dan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) setelah kalah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulawesi Selatan (Sulsel) 2024.

Danny Pomanto, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa langkah hukum yang diambil bukan semata-mata soal kalah atau menang, melainkan untuk memperbaiki proses demokrasi.

“Selamat kepada pak Andi yang sudah ditetapkan suaranya yang terbesar. Saya dalam mengakhiri masa jabatan ingin semua baik-baik saja. Namun, dalam proses demokrasi ini saya lihat banyak hal yang aneh, sehingga beri saya kesempatan untuk menyempurnakan ini,” katanya.

Ia menekankan bahwa tidak ada perselisihan dengan calon lain, tetapi menilai bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu diperbaiki.

“Tidak usah khawatir, saya juga tidak ada berselisih dengan calon apapun. Tapi KPU yang mesti kita perbaiki, karena kalau tidak maka ini akan berdampak ke depan luar biasa. Saya mau ini bukan persoalan kalah menang. Bukan soal suara besar atau kecil. Ini persoalan kita menyadari demokrasi,” ujarnya.

Danny mengungkapkan bahwa terdapat dugaan pemalsuan tandatangan hampir mencapai ratusan ribu di Makassar.

“Sebentar ini akan ada pelaporan ke Polrestabes Makassar, supaya masyarakat bisa tahu. Apakah saya biarkan seperti itu? Kan tidak. Saya tidak tahu siapa, tapi hasil penelusuran saya seperti itu. Ada apa dengan itu? Kenapa mesti ditandatangani, kalau orangnya ada, kenapa bukan orangnya? Kan absen itu ada dua,” ungkapnya.

Ia juga mencatat adanya puluhan ribu suara tidak sah, yang dianggapnya aneh. Di Pemilihan Wali Kota Makassar, terdapat 16.000 suara tidak sah, sementara di Pemilihan Gubernur Sulsel tercatat 32.000 suara tidak sah.

“Termasuk suara tidak sah, penjelasannya kan aneh. Yang lebih aneh lagi di Pilwali, 16.000 surat suara tidak sah dan di Pilgub 32.000 surat suara tidak sah. Di Pilwali 4 kotak, di Pilgub 2 kotak. Mestinya lebih besar yang 4 kotak. Kenapa Pilgub lebih besar? Sedangkan Pileg kemarin lebih rumit lagi dan lebih rendah. Ada apa? Itu semua mau diluruskan,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai waktu pengajuan gugatan ke MK, Danny menyatakan bahwa pengurusannya telah diserahkan kepada timnya.

“Saya tidak tahu kapan, teman-teman yang urus itu. Yang jelas terakhir besok. Ini menyeluruh (Pilkada Makassar dan Pilgub Sulsel). Kan baru tadi malam penetapan, kita lihat nanti kalau Sulsel. Tapi kalau Sulsel itu, jelas lebih banyak hampir satu jutaan,” pungkasnya mengutip kompas.com.(*)