MAROS — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros menerima penghargaan dari Bupati Maros setelah berhasil melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2024. Capaian ini menjadi salah satu bukti kesuksesan pengelolaan pendapatan daerah yang optimal.
Bapenda Maros mencatatkan PAD sebesar Rp188,2 miliar, atau 102 persen dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp183,48 miliar. Kepala Bapenda Maros, Takdir, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini.
“Alhamdulillah, PAD kita tahun ini berhasil melampaui target. Ada kenaikan,” ungkap Takdir, yang sebelumnya menjabat sebagai Kadis Keuangan Maros.
Menurut Takdir, pencapaian ini adalah hasil dari upaya bersama dalam mengoptimalkan potensi pendapatan daerah untuk mendukung pembangunan yang lebih baik. “Kami terus berusaha meningkatkan potensi pendapatan agar dapat mendukung pembangunan daerah yang lebih baik,” katanya.
Takdir juga menyoroti kinerja baik beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya dalam pengelolaan PAD, seperti Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PU, RSUD dr La Palaloi, dan Dinas Perikanan. “Selain Bapenda, ada juga OPD lain yang berkontribusi besar terhadap capaian PAD,” tambahnya.
Penghargaan yang diberikan oleh Bupati Maros ini diakui sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja OPD yang berdampak langsung pada surplus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Maros di akhir tahun.
Bapenda Maros mengelola 11 jenis pajak daerah, dengan pencapaian tertinggi berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), yang mencatat realisasi Rp65 miliar dari target Rp57,8 miliar. Pajak Sarang Burung Walet dan Pajak Mineral Bukan Logam juga menjadi penyumbang signifikan.
“Kami mengelola 11 jenis pajak dengan pencapaian total 102 persen. Untuk BPHTB, realisasi mencapai Rp65 miliar dari target Rp57,8 miliar,” jelas Takdir.
Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda Maros, Andi Akbar, menambahkan bahwa sejak pembentukan Bapenda pada tahun 2022, pencapaian PAD selalu melampaui target yang ditetapkan.
“Selama tiga tahun berturut-turut, PAD kita selalu over target,” ungkap Andi Akbar.
Ia juga menjelaskan bahwa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta BPHTB menjadi penyumbang terbesar bagi PAD Maros. Selain itu, sumber pendapatan lainnya meliputi pajak parkir, restoran, reklame, Pajak Penerangan Jalan (PPJ), Mineral Bukan Logam dan Batuan (BMLB), burung walet, Air Bawah Tanah (ABT), dan hiburan.
Dengan pencapaian ini, Bapenda Maros berharap dapat terus memotivasi pengelola pajak daerah untuk meningkatkan kinerja dan mendukung pembangunan Kabupaten Maros ke depannya.(*)

Tinggalkan Balasan