SULSELONLINE.COM – Pelantikan kepala daerah terpilih rencananya akan digelar pada 20 Februari 2025. Hal ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam rapat di Ruang Rapat Komisi II DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2025). Rapat tersebut juga dihadiri oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Tito Karnavian menjelaskan bahwa terdapat tiga opsi pelantikan kepala daerah terpilih yang diajukan ke Presiden Prabowo Subianto, yaitu tanggal 18, 19, dan 20 Februari. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, Presiden Prabowo memilih tanggal 20 Februari sebagai waktu pelantikan.

Mengenai lokasi pelantikan, Tito menyatakan bahwa pelantikan akan dilakukan di Ibu Kota Negara, yaitu Jakarta. Namun, ia belum mengungkapkan secara rinci apakah pelantikan akan berlangsung di Istana Negara.

“Masalah tempatnya sedang dibicarakan, tetapi yang jelas di Ibu Kota Negara. Saya melihat berbagai pemberitaan yang menyebut Ibu Kota Negara adalah IKN Nusantara sesuai dengan undang-undang. Namun, selama Peraturan Presiden (Perpres) mengenai perpindahan ibu kota belum operasional, maka Ibu Kota Negara tetap di Jakarta,” jelas Tito Karnavian.

Pelantikan ini akan mencakup kepala daerah terpilih yang tidak menghadapi sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) serta mereka yang perkaranya telah diputus melalui mekanisme dismissal di MK. Pejabat yang akan dilantik meliputi Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota, termasuk di Provinsi DI Yogyakarta dan Provinsi Aceh.

“Pelantikan akan dilaksanakan secara serempak oleh Presiden untuk gubernur, bupati, dan wali kota yang tidak memiliki sengketa sebanyak 296 orang, ditambah dengan mereka yang sudah melalui tahap dismissal di MK,” ungkap Tito.

Daftar Pemenang Pilkada di Sulawesi Selatan

Berikut adalah daftar kepala daerah di Sulawesi Selatan yang terpilih tanpa sengketa di MK:

  1. Maros – Chaidir Syam – A Muetazim Mansyur (121.892 suara)
  2. Barru – Andi Ina Kartika Sari – Abustan (47.765 suara)
  3. Luwu – Patahuddin – Muhammad Dhevy Bijak (97.775 suara)
  4. Luwu Utara – A Abdullah Rahim – Jumail Mappile (73.716 suara)
  5. Luwu Timur – Irwan Bachri Syam – Puspawati Husler (88.748 suara)
  6. Enrekang – Yusuf Ritangnga – Andi Tenri Liwang La Tinro (75.638 suara)
  7. Tana Toraja – Zadrak Tombeg – Erianto Laso’ Paundanan (83.076 suara)
  8. Gowa – Husniah Talenrang – Darmawangsyah Muin (225.429 suara)
  9. Bantaeng – Muhammad Fathul Fauzy Nurdin – Sahabuddin (69.036 suara)
  10. Sinjai – Ratnawati Arif – Andi Mahyanto (64.735 suara)
  11. Bone – Andi Asman Sulaiman – Andi Akmal Pasluddin (199.954 suara)
  12. Wajo – Andi Rosman – dr Baso Rahmanuddin (130.061 suara)
  13. Soppeng – Suwardi Haseng – Selle Ks Dalle (80.266 suara)
  14. Sidrap – Syaharuddin Alrif – Nurkanaah (113.390 suara)

Pemenang Pilkada dengan Sengketa di MK

Sementara itu, beberapa daerah memiliki sengketa yang masih dalam proses di MK, di antaranya:

  1. Pilgub Sulsel – Andi Sudirman – Fatmawati Rusdi (3.014.255 suara)
  2. Toraja Utara – Frederik V Palimbong – Andrew Branch Silambi (68.422 suara)
  3. Bulukumba – Andi Muchtar Ali Yusuf – A Edy Manaf (141.604 suara)
  4. Takalar – Firdaus Daeng Manye – Hengky Yasin (111.290 suara)
  5. Pangkep – Muhammad Yusran Lalogau – Abdul Rahman Assegaf (105.497 suara)
  6. Selayar – Natsir Ali – Muhtar (42.505 suara)
  7. Makassar – Munafri Arifuddin – Aliyah (319.112 suara)
  8. Palopo – Trisal Tahir – Ahmad Syarifuddin Daud (33.933 suara)
  9. Pinrang – Irwan Hamid – Sudirman Bungi (102.723 suara)
  10. Jeneponto – Paris Yasir – Islam Iskandar (89.147 suara)

Dengan ditetapkannya tanggal pelantikan, diharapkan transisi kepemimpinan daerah dapat berjalan lancar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.