SULSELONLINE.COM — Pemerintah Kota Makassar resmi menetapkan status tanggap darurat akibat banjir yang melanda wilayah tersebut. Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, mengungkapkan keputusan ini dalam surat pernyataan bencana alam yang ditandatangani langsung olehnya.
Surat tersebut dikeluarkan sebagai respons terhadap banjir dan angin kencang yang terjadi di beberapa titik di Makassar, terutama di Kecamatan Biringkanayya dan Manggala.
“Kami sudah mengeluarkan perintah tanggap darurat,” kata Danny saat dikonfirmasi, Rabu (12/2/2025).
Dengan status ini, seluruh stakeholder terkait diwajibkan untuk segera mengambil langkah-langkah penanganan darurat.
“Artinya, semua stakeholder, khususnya yang terkait, harus bergerak untuk melakukan upaya penanganan secepat mungkin,” tambahnya.
Ribuan Warga Mengungsi
Berdasarkan data Dinas Sosial per pukul 15.00 WITA, tercatat sebanyak 3.616 warga Makassar mengungsi. Para pengungsi berasal dari 1.003 Kepala Keluarga (KK).
“Data terus bertambah,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Ita Anwar.
Pemerintah telah mendirikan satu dapur umum serta lima dapur mandiri untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi.
“Kami juga telah menyalurkan selimut, matras, dan makanan bagi warga terdampak,” tambahnya.
Sekolah Diliburkan
Sebagai dampak dari bencana ini, aktivitas belajar-mengajar di Makassar juga dihentikan sementara. Namun, belum ada kepastian mengenai durasi penghentian ini.
“Kami sudah menginstruksikan untuk tidak melaksanakan proses pembelajaran. Selain sekolah yang terdampak, rumah peserta didik dan guru-guru juga ikut terkena dampaknya,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan, Nielma Palamba.(*)

Tinggalkan Balasan