MAROS – Peristiwa unik terjadi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Rabu (12/2/2025). Sepasang pengantin, Awaluddin Syahrul dan Adrianti, warga Adatongeng, Kecamatan Turikale, terpaksa melangsungkan akad nikah di lantai dua Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Maros akibat banjir yang melanda wilayah mereka.

Pasangan ini awalnya merencanakan akad nikah di rumah, namun banjir yang melanda pemukiman mereka sejak Selasa (11/2/2025) menghambat rencana tersebut. Rumah mereka terendam banjir, sehingga pelaksanaan acara di lokasi yang telah dipersiapkan menjadi tidak memungkinkan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Damkar Maros, Baso Tajong, menjelaskan bahwa meskipun kondisi lingkungan tidak mendukung, pasangan ini tetap ingin menikah sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Mereka memang sudah merencanakan akad nikah hari ini. Tapi ternyata rumah mereka yang berada di samping kantor dinas kebanjiran,” ungkapnya.

Melihat situasi tersebut, pihak Damkar Maros menawarkan lantai dua kantor mereka sebagai tempat akad nikah. Lokasi ini dipilih karena lebih tinggi dan aman dari banjir yang melanda kawasan sekitar.

Prosesi akad nikah berlangsung dengan khidmat dan penuh haru meskipun dalam kondisi darurat. Uniknya, pernikahan ini turut disaksikan oleh sekitar 100 orang pengungsi yang juga berada di Kantor Damkar akibat banjir.

Sementara itu, berdasarkan data dari BPBD Maros, sebanyak 14 kecamatan di Kabupaten Maros masih terendam banjir. Jalan poros Maros-Makassar mengalami kemacetan total akibat bencana ini, sementara puluhan ribu warga terpaksa mengungsi ke fasilitas umum seperti masjid dan kantor pemerintahan.(*)