SULSELONLINE.COM – Kepala Kantor Kemenag Sulsel, Ali Yafid, mengungkapkan panjangnya daftar tunggu haji di wilayah Sulawesi Selatan. Kabupaten Bantaeng menjadi daerah dengan daftar tunggu terlama, yakni hingga 50 tahun, disusul Sidrap (47 tahun) dan yang tercepat adalah Luwu (24 tahun).
“Kalau bayi didaftarkan hari ini di Bantaeng, dia baru bisa berangkat saat berusia 50 tahun,” ujar Ali saat kunjungan di Kabupaten Luwu, Sabtu (19/4/2025).
Berdasarkan data SISKOHAT, jumlah daftar tunggu di Bantaeng mencapai 8.474 orang. Meski begitu, semangat warga tetap tinggi. Tahun ini, sebanyak 181 jemaah asal Bantaeng tergabung dalam Kloter UPG 8 bersama jemaah dari Makassar dan Bulukumba. Mereka masuk Asrama Haji Makassar pada 5 Mei dan berangkat ke Tanah Suci pada 6 Mei 2025. Salah satunya bahkan berusia 90 tahun.
Ali mengimbau agar jemaah serius mempersiapkan diri, termasuk mengikuti manasik, memahami rukun haji, dan menjaga kesehatan.
Di Maros, sebanyak 314 calon haji akan berangkat ke Madinah dan Mekkah pada tahun ini.
Jamaah terbagi dalam tiga kelompok terbang.
- Kloter 12 (234 orang) masuk asrama 8 Mei 2025, bergabung dengan jemaah Luwu Timur.
- Kloter 23 (37 orang), masuk 16 Mei, bersama jemaah Papua Barat.
- Kloter 40 (43 orang), berangkat 29 Mei, bersama jemaah Jeneponto.
Masing-masing jemaah akan menerima uang saku sebesar 750 riyal atau Rp3,1 juta.
Kepala Kemenag Maros, Muhammad, menyebut kondisi jemaah dalam keadaan sehat dan siap berangkat. Usia jemaah cukup bervariasi, dari yang termuda 18 tahun (Siti Nur Zam-Zam, Cenrana) hingga yang tertua 87 tahun (Sape Daeng Ngendang, Simbang).
Untuk akomodasi, jemaah Maros akan menginap di kawasan Syisa, sekitar 1 km dari lokasi pelontaran jumrah di Mina.
Sementara di Gowa, Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, berpesan agar Jamaah Calon Haji (JCH) tetap menjaga kesehatan dan mengikuti arahan pembimbing. Pesan ini ia sampaikan saat penutupan manasik KBIH Syekh Yusuf di Masjid Agung Syekh Yusuf, Minggu (20/4).
“Ibadah haji tidak mudah. Ikhlaskan diri, insya Allah segala proses akan terasa ringan,” ucapnya.
Ia mendoakan agar para jemaah diberi kesehatan, kelancaran, dan menjadi haji mabrur.
Sementara itu, Kepala Kemenag Gowa, Jamaris Halik, menyarankan agar para JCH bergabung dengan KBIH agar lebih siap dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah.
“Bimbingan KBIH sangat penting agar ibadah bisa dijalankan dengan lancar dan benar,” ujarnya mengutip tribun-timur.com.(*)

Tinggalkan Balasan