MAKASSAR – Suasana malam di kawasan Pettarani, Makassar, mendadak tegang pada Rabu malam (23/4/2025) saat sekelompok warga menggelar unjuk rasa di depan salah satu tempat hiburan malam (THM).

Aksi ini diduga dipicu oleh beredarnya video tak senonoh sesama jenis yang viral di media sosial. Dalam unggahan akun Instagram @makassar_iinfo, tampak suasana jalan di depan lokasi cukup padat, dengan sejumlah kendaraan—baik mobil maupun sepeda motor—berhenti di tepi jalan. Sorotan kamera memperlihatkan kerumunan massa yang berdiri di sekitar lokasi dengan suasana malam yang gelap namun ramai.

Teks dalam unggahan tersebut menyebutkan:
“Unjuk rasa di depan tempat hiburan malam Pettarani, diduga terkait video elgibete yang viral kemarin.”

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap operasional THM HPM yang digelar oleh komunitas masyarakat Makassar. Aksi berlangsung pada Kamis dini hari (24/4/2025) sekitar pukul 00.00 WITA, di Kompleks Ruko Ramayana, Kecamatan Panakkukang.

Warga menuntut agar HPM segera ditutup karena dianggap meresahkan dan tidak sesuai dengan norma adat Kota Makassar.

Salah satu spanduk aksi berbunyi: “Tutup tempat maksiat HPM.”

Untuk mencegah situasi memanas, aparat kepolisian turut hadir di lokasi. Kasat Sabhara Polrestabes Makassar Kompol Joko Pamungkas, Kapolsek Panakkukang AKP Aris Satrio Sujatmiko, beserta jajarannya melakukan imbauan agar massa tetap tertib dan mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

Kepala DPMPTSP Kota Makassar sekaligus anggota Satgas Sidak HPM, Helmy, turut menemui massa dan memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar bersama instansi terkait tengah melakukan sidak terhadap HPM, yang akan dilanjutkan dengan penyegelan tempat serta penyitaan minuman beralkohol di lokasi tersebut.(*)