MAKASSAR – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Sulselbar menetapkan tiga komisaris baru dalam rapat yang berlangsung di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Rabu (14/5/2025). Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Huswan Husain, seorang notaris berusia 61 tahun, yang ditunjuk sebagai Komisaris Independen.
Selain Huswan, dua nama lainnya yang juga ditetapkan adalah Jufri Rahman sebagai Komisaris Utama, serta Andi Faldy Ferdiansyah Dharwis sebagai Komisaris Independen. Penetapan nama-nama ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Bank Sulselbar, Yulis Suandi.
“(Komisaris) independen itu tadi ada dua, sesuai undangan: Huswan dan Faldy. Mereka ditetapkan hari ini, tetapi tetap harus mengikuti prosedur,” ujar Yulis Suandi saat ditemui usai RUPS.
Menurutnya, baik Huswan maupun Faldy masih harus menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum resmi menjabat aktif sebagai komisaris.
Huswan Husain dikenal sebagai tokoh profesional yang lama berkecimpung di dunia notariat. Ia juga aktif dalam dunia properti melalui Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sulawesi Selatan, dan saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Apersi Sulsel.
Di bidang politik, Huswan pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Pemilu 2024 dan meraih 3.929 suara. Meski tidak lolos ke Senayan, kehadirannya di dunia politik dan organisasi kemasyarakatan membuat namanya cukup dikenal.
Menariknya, Huswan juga disebut-sebut memiliki hubungan keluarga dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Ia merupakan besan dari almarhum Sumardi Sulaiman, kakak kandung Gubernur. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak Tribun masih mengonfirmasi lebih lanjut mengenai status hubungan tersebut.
Rapat yang digelar tertutup di Ruang Jasmine sejak pukul 09.00 WITA tersebut membahas dua agenda utama: laporan tahunan tahun buku 2024 dan pelaksanaan RUPS Luar Biasa tahun 2025.
Menariknya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman tidak terlihat hadir dalam agenda penting ini. Padahal, kehadirannya sebagai pemegang saham utama sempat diharapkan. Sebagai gantinya, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi hadir mewakili pemerintah provinsi. Ia terlihat mengenakan batik biru bernuansa hitam.
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, hadir dalam kapasitas sebagai pemegang saham dari wilayah Sulbar. Selain itu, sejumlah kepala daerah juga turut hadir, antara lain:
-
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin
-
Bupati Soppeng, Suwardi Haseng
-
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman
-
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim
-
Wakil Bupati Bulukumba, Edy Manaf
-
Bupati Gowa, Husniah Talenrang
-
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif
-
Bupati Bantaeng, Fathul Fauzy Nurdin
-
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau
- Bupati Wajo Andi Rosman
- Bupati Takalar M Firdaus
- Wakil Bupati Maros Andi Mue’tazim Mansyur
Penetapan komisaris baru ini menandai arah baru dalam penguatan tata kelola dan kepemimpinan PT Bank Sulselbar. Namun, seperti biasa dalam dunia perbankan daerah, dinamika politik dan koneksi keluarga masih menjadi bagian tak terpisahkan dari proses tersebut.

Tinggalkan Balasan