MAKASSAR – Yuran Fernandes dipastikan masih akan membela PSM Makassar di Liga 1 musim 2025/2026.
Meskipun dijatuhi sanksi larangan beraktivitas di sepak bola Indonesia selama tiga bulan, kontraknya dengan PSM Makassar tetap berjalan karena masih tersisa satu tahun.
Yuran dikenai hukuman larangan berkiprah di dunia sepak bola Indonesia selama tiga bulan serta denda sebesar Rp25 juta, menyusul penolakan banding PSM Makassar oleh Komite Banding (Komding) PSSI.
Namun demikian, Komding PSSI telah meringankan sanksi dari sebelumnya 12 bulan menjadi hanya tiga bulan kalender.
Bek Timnas Tanjung Verde ini sebelumnya dihukum oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI karena mengkritik sepak bola Indonesia melalui media sosial pribadinya.
Dengan demikian, Yuran baru bisa kembali bermain setelah 9 Agustus 2025.
Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, menegaskan bahwa kontrak Yuran Fernandes tetap berlaku hingga musim depan.
“Sejauh ini, putusan Komite Banding PSSI tidak memengaruhi kontrak yang ada. Kami sudah membicarakan ini langsung dengan pemainnya,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Sabtu (17/5/2025).
Namun, akibat sanksi tersebut, Yuran Fernandes dilarang melakukan aktivitas apapun yang berada di bawah agenda resmi PSSI.
Termasuk mengikuti latihan bersama skuad Juku Eja selama sanksi berlangsung.
“Semua pertandingan yang bersifat resmi dan dinaungi PSSI tidak boleh diikuti. Jangankan bertanding, untuk latihan saja tidak bisa, selama latihan itu menjadi bagian dari program klub di bawah naungan PSSI,” jelas pria yang juga ayah satu anak ini.
Fajrin menambahkan bahwa larangan tersebut juga mencakup turnamen pramusim yang diselenggarakan di bawah naungan PSSI.
Yuran juga dilarang menggunakan atribut resmi PSM Makassar atau mengikuti agenda klub secara formal, bahkan sekadar hadir sebagai penonton dalam pertandingan resmi.
“Larangan ini bersifat menyeluruh terhadap aktivitas sepak bola, bukan hanya larangan bertanding. Jadi itulah yang berlaku untuk Yuran,” terang alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin ini.
Koordinasi ke APPI
Fajrin mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) terkait hasil keputusan Komding PSSI.
APPI kini sedang meninjau ulang putusan tersebut. Setelah hasil review keluar, akan diadakan diskusi lanjutan antara pihak pemain, klub, dan APPI.
“FIFPro itu jalurnya melalui APPI. Kita tunggu pembahasan antar pemain, klub, dan APPI untuk menentukan langkah selanjutnya,” jelasnya.
Di akhir penyampaiannya, Fajrin turut menyampaikan apresiasi atas dukungan luas terhadap Yuran Fernandes.
Kampanye yang masif di media sosial menjadi dukungan moral yang berarti bagi sang pemain dan juga bagi PSM Makassar.
“Kami sangat mengapresiasi masifnya dukungan kepada Yuran. Ini menjadi suntikan semangat moril bagi pemain dan klub untuk terus berjuang,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan