SULSELONLINE.COM — Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, menyampaikan kabar penting dari Benua Eropa. Ia saat ini berada di Spanyol untuk menghadiri Deklarasi Palestina Merdeka yang diprakarsai oleh Pemerintah Spanyol dan didukung sejumlah negara Eropa lainnya.

“Saya masih di Spanyol. Saya akan menghadiri deklarasi Palestina Merdeka oleh negara-negara Eropa yang diprakarsai Spanyol,” ujar Tamsil Linrung, dikutip dari Tribun-Timur.com, Rabu (21/5/2025) dini hari.

Senator asal Sulawesi Selatan, kelahiran Kabupaten Pangkep itu, menjelaskan bahwa deklarasi akan berlangsung pada 25 Mei 2025. Inisiatif ini merupakan langkah berani Spanyol yang diharapkan diikuti oleh lebih banyak negara dibanding tahun sebelumnya.

“Kami berharap negara yang ikut serta dalam deklarasi kali ini akan lebih banyak dibanding deklarasi pada 28 Mei 2024 lalu. Kami, delegasi Senator DPD RI, akan hadir sebagai saksi dari peristiwa bersejarah ini,” tuturnya.

Deklarasi tersebut akan disusul oleh negara-negara lain seperti Irlandia, Norwegia, Armenia, dan Slovenia. Tamsil menilai deklarasi ini bukan sekadar pernyataan politik, melainkan ekspresi nurani Eropa yang menyadari bahwa dunia telah terlalu lama membiarkan penjajahan Israel terhadap rakyat Palestina.

“Deklarasi ini adalah dokumen diplomatik dan pernyataan hati nurani dari Eropa yang sadar, bahwa sudah terlalu lama dunia menutup mata terhadap penjajahan Israel atas rakyat Palestina,” kata Tamsil.

Sebagai seorang muslim, Tamsil menegaskan kehadirannya bukan hanya mandat politik, tetapi juga amanah iman. Menurutnya, membela Palestina bukan sekadar kebijakan luar negeri, melainkan panggilan moral dan keimanan untuk menegakkan keadilan dan melawan penindasan.

“Ini adalah bagian dari perintah moral keimanan: menegakkan keadilan, melawan kezaliman, dan membela yang tertindas,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa sikap ini sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

“Saya hadir di Madrid membawa suara umat dan bangsa Indonesia, sebagai bentuk solidaritas dan pengingat bahwa ketika dunia diam, suara dari Timur harus lantang,” tegasnya.

Pada Selasa (20/5/2025), delegasi DPD RI diterima di Wisma Duta Besar Republik Indonesia di Madrid, Spanyol. Duta Besar RI untuk Spanyol, Muhammad Najib, menyambut kedatangan rombongan tersebut.

“Pak Tamsil Linrung selaku Ketua Rombongan DPD RI. Kami menyambut gembira kehadiran Bapak Ibu sekalian di Kota Madrid ini. Insyaallah, Senin depan, Bapak Ibu akan diterima oleh Ketua Senat Kerajaan Spanyol,” ujar Najib dalam sambutannya.

Najib juga melaporkan bahwa dalam satu tahun terakhir, jumlah tokoh penting Spanyol yang berkunjung ke Indonesia meningkat drastis—baik dari kalangan pejabat eksekutif, pengusaha, akademisi, hingga pimpinan parlemen. Ia menyebut ketertarikan Spanyol tidak hanya pada Indonesia, tetapi juga pada kawasan ASEAN dan Asia Timur.

“Banyak dari mereka juga mengunjungi negara-negara ASEAN seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Lebih jauh ke utara, perhatian juga tertuju pada Korea, Jepang, dan Tiongkok,” jelas Najib.

Najib menyebutkan bahwa ini merupakan pertanda positif, menandai meningkatnya perhatian masyarakat Spanyol terhadap dinamika kawasan Asia. Ia mengutip pemikiran Kishore Mahbubani, seorang diplomat dan cendekiawan asal Singapura, yang menyatakan bahwa episentrum dunia tengah bergeser dari kawasan Atlantik ke kawasan Pasifik.

“Saya suka menggunakan istilah dari Kishore Mahbubani yang mengatakan bahwa episentrum dunia, khususnya dalam bidang ekonomi, sedang bergerak dari kawasan Atlantik—Amerika Utara dan Eropa—ke kawasan Pasifik, yaitu Asia,” pungkasnya.(*)