SULSELONLINE.COM – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, akhirnya angkat bicara mengenai kabar dirinya mendukung Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam bursa calon ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Isu ini mencuat menjelang pelaksanaan Muktamar PPP yang akan memilih sosok baru untuk menakhodai partai berlambang Kabah tersebut.

“Ya, semua nama baik. Dan itu urusan internal PPP,” ujar Jokowi saat ditemui di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (28/5/2025). Ia menegaskan bahwa dirinya tidak berpihak kepada satu calon pun dan menyatakan seluruh kandidat layak dipertimbangkan demi masa depan PPP. “Semua baik. Semua calon baik,” tambahnya.

Ketika ditanya mengenai kriteria ideal bagi seorang ketua umum partai politik, Jokowi enggan berkomentar lebih jauh. “Ya itu internal PPP, jangan tanyakan ke saya. Semuanya saya dukung,” katanya.

Sejumlah nama dari luar kader PPP disebut-sebut masuk dalam bursa calon ketua umum, termasuk Amran Sulaiman. Ia diduga mendapatkan dukungan dari tokoh pengusaha Haji Isam (Andi Syamsudin Arsyad) serta Presiden Jokowi sendiri. Amran diketahui memiliki kedekatan dengan Jokowi, lantaran pernah dipercaya sebagai Mentan pada dua periode pemerintahan Jokowi, yakni:

  • 27 Oktober 2014 – 20 November 2019

  • 25 Oktober 2023 – 20 Oktober 2024

Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Romahurmuziy (Rommy), mengonfirmasi bahwa nama Amran memang pernah dibicarakan bersama Jokowi. “Saya memang menyampaikan sejumlah nama, dan sepengetahuan Pak Jokowi, dari nama-nama tersebut, Pak Amran adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan PPP di 2029 mendatang,” ungkap Rommy dalam pernyataan tertulisnya pada Senin (26/5/2025).

Rommy menambahkan bahwa Amran merupakan sosok yang dinilai tepat untuk memimpin PPP, mengingat pengalamannya sebagai menteri di dua pemerintahan, yakni Jokowi dan kini Prabowo Subianto. “Beberapa kali diskusi saya dengan Pak Jokowi, termasuk yang di Solo, memang salah satu sebab mengapa kemudian semakin fokus nama Pak Amran. Karena Pak Jokowi tahu persis kualitas dan totalitas Pak Amran jika diberikan sebuah amanah,” katanya.

Meski demikian, Rommy membantah bahwa Jokowi melakukan intervensi dalam Muktamar PPP. Ia menegaskan bahwa masukan Jokowi hanya sebagai bentuk perhatian agar PPP bisa kembali lolos ke parlemen. “Apakah Pak Jokowi cawe-cawe soal nama Pak Amran? Sama sekali tidak,” tegasnya.

Catatan: Daftar Ketua Umum PPP Selama Pemerintahan Presiden Joko Widodo (2014–2024)

  1. Suryadharma Ali (hingga 2014 – diberhentikan karena kasus hukum)

  2. Muhammad Romahurmuziy (Rommy) (2014–2019 – diberhentikan karena kasus hukum)

  3. Suharso Monoarfa (2019–2022 – dicopot melalui Musyawarah Kerja Nasional PPP)

  4. Muhamad Mardiono (2022–sekarang, status pejabat pelaksana tugas kemudian definitif)

Muktamar PPP kali ini akan menjadi momentum strategis dalam menentukan arah baru partai, terutama pasca hasil Pemilu 2024 yang tidak berhasil mengantar PPP melampaui ambang batas parlemen.(*)