SULSELONLINE.COM – Satu lagi pesawat nirawak canggih milik Israel, Hermes 900, berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Iran. Insiden ini terjadi di atas wilayah udara Provinsi Lorestan, Iran, pada Rabu (18/6/2025).

Dilansir Mehr News, unit pertahanan udara Angkatan Darat Iran menembak jatuh drone tersebut sebagai bagian dari respons atas agresi Israel di wilayah Iran. Serangan ini disebut sebagai bentuk pembelaan terhadap bangsa dan keamanan nasional Iran.

Drone Hermes 900 adalah pesawat tanpa awak jarak menengah (MALE UAS) buatan Elbit Systems, Israel. Dirancang untuk berbagai misi seperti dominasi wilayah, pengawasan intelijen, akuisisi target, dan pengintaian (ISTAR), drone ini menjadi andalan utama Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Menurut laman Globes.co, Hermes 900 telah digunakan oleh lebih dari 20 negara di dunia, dan menjadi salah satu aset utama IDF dalam berbagai operasi militer. Harga satu unit Hermes 900 diperkirakan mencapai 6,85 juta dolar AS atau lebih dari Rp 112 miliar.

Iran: Langit Wilayah Pendudukan Kini Terbuka untuk Rudal

Dalam pernyataan resmi setelah meluncurkan tahap ke-12 dari Operasi True Promise III pada Rabu malam, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa sistem pertahanan Israel di seluruh wilayah pendudukan berhasil dilumpuhkan.

“Sekarang, wilayah udara di tanah pendudukan terbuka bagi rudal dan drone Iran,” ujar pernyataan IRGC.

IRGC juga mengeluarkan peringatan keras kepada warga permukiman ilegal di wilayah Palestina yang diduduki. Mereka menegaskan akan terus melancarkan serangan rudal tanpa henti ke wilayah tersebut.

Mengutip janji dari mantan Komandan IRGC, Hossein Salami, yang telah tewas dalam serangan Israel sebelumnya, IRGC menyatakan bahwa “Iran akan membuka gerbang neraka” bagi rezim Zionis sebagai balasan atas berbagai kejahatan yang dilakukan terhadap Iran.

“Pastikan suara sirene peringatan tidak akan berhenti, bahkan sedetik pun,” tegas IRGC.
“Kini, Zionis harus memilih antara kematian bertahap di tempat perlindungan, atau melarikan diri dari tanah yang mereka duduki.”

Situasi ini memperlihatkan eskalasi yang terus meningkat dalam perang terbuka antara Iran dan Israel, serta semakin memperkuat sinyal bahwa konflik ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.(*)