MAKASSAR – Jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 2025, suhu politik internal partai berlambang pohon beringin itu mulai memanas. Empat nama mencuat sebagai kandidat kuat Ketua DPD I Golkar Sulsel: Munafri Arifuddin (Appi), Adnan Purichta Ichsan, Taufan Pawe, dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Masing-masing figur kini intens melakukan safari politik, konsolidasi, dan penjajakan aliansi demi merebut dukungan dari para pemilik suara, yakni Ketua DPD II kabupaten/kota se-Sulsel.
Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Adi Suryadi Culla, menilai konstelasi menuju Musda Golkar Sulsel 2025 masih sangat cair dan penuh kalkulasi.
“Konfigurasi kandidasi Golkar Sulsel belum menemukan figur dominan. Semua masih tahap penjajakan dan menghitung kekuatan nyata, khususnya dukungan dari DPD II,” ujar Adi kepada Tribun Timur, Kamis (26/6/2025).
Ia memprediksi Musda kali ini akan menghadirkan empat poros kekuatan politik, meski tidak menutup kemungkinan terbentuknya koalisi antar kandidat.
“Appi, Adnan, Taufan, dan IAS sama-sama punya peluang. Semua membaca peta persaingan dan membuka ruang kemungkinan beraliansi atau bertarung terbuka,” tambahnya.
Taufan Pawe: Masih Hitung Dukungan
Taufan Pawe yang saat ini menjabat Ketua DPD I Golkar Sulsel, dinilai tengah menimbang ulang langkah politiknya. Adi menyebut Taufan sebagai “incumbent yang realistis.”
“Jika hitungan dukungannya tipis, sangat mungkin Taufan mengambil peran sebagai ‘king maker’ dengan mendukung kandidat lain, daripada mempertaruhkan posisi dengan risiko kekalahan,” katanya.
Langkah Taufan menggelar konsolidasi di Hotel Gammara Makassar pada Sabtu (21/6/2025), yang dihadiri sejumlah ketua DPD II, dinilai sebagai bagian dari upaya mempertahankan pengaruh menjelang Musda.
Ia juga sempat melakukan pertemuan empat mata dengan Adnan Purichta Ichsan di Jakarta, yang memunculkan spekulasi kemungkinan terbentuknya aliansi di antara keduanya.
Taufan sendiri belum mengonfirmasi apakah akan kembali maju. Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Selasa (24/6/2025), ia menegaskan bahwa jadwal Musda masih menunggu keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
“Jadwal Musda itu ditentukan oleh DPP. Yang jelas, pelaksanaan Musda tidak boleh melewati 31 Desember 2025, sesuai Juklak dari pusat,” tegasnya.
Munafri Arifuddin Unggul Basis dan Struktur
Sementara itu, Munafri Arifuddin (Appi) disebut sebagai figur yang memiliki kekuatan solid di internal partai. Saat ini, ia menjabat sebagai Wali Kota Makassar sekaligus Ketua DPD II Golkar Makassar.
“Appi memiliki jaringan struktural yang kuat dan basis elektoral yang nyata. Ia bahkan dikabarkan sudah mengantongi 11 surat rekomendasi dukungan dari DPD II se-Sulsel,” ungkap Adi.
Kekuatan Appi diperkuat dengan posisinya sebagai kepala daerah aktif, yang memungkinkan manuver politik lebih efektif dan terstruktur.
IAS Muncul Sebagai Kuda Hitam
Mantan Wali Kota Makassar dua periode, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), yang sebelumnya lebih dikenal sebagai tokoh senior Golkar, kini tampil agresif. Safari politiknya ke sejumlah DPD II seperti Barru dan Parepare menjadi sinyal serius bahwa IAS berpotensi maju sebagai calon ketua.
“IAS awalnya diposisikan sebagai king maker. Tapi pendekatannya ke DPD II mulai terlihat nyata. Jika sambutannya positif, IAS bisa menjadi alternatif kuat,” tutur Adi.
Adnan Purichta: Leluasa Bermanuver
Figur lain yang juga dinilai memiliki peluang besar adalah Adnan Purichta Ichsan, mantan Bupati Gowa. Adnan disebut memiliki keleluasaan dalam bergerak serta komunikasi politik yang matang.
“Pertemuannya dengan Taufan Pawe dan Menko Investasi Bahlil Lahadalia jadi sinyal penting. Adnan dikenal punya akses politik yang luas dan kemampuan menjalin aliansi,” kata Adi.
Peta Masih Bergerak
Sumber dari Fajar.co.id menyebut, sejauh ini belum ada satu pun kandidat yang benar-benar dominan dalam hal dukungan. Bahkan, DPD II disebut masih menunggu arah dari DPP serta dinamika terakhir di internal partai.
Ketua DPD II Golkar Bone, misalnya, menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil keputusan “di waktu yang tepat” dan mempertimbangkan elektabilitas serta komitmen kandidat terhadap kaderisasi partai.
“Kami mendukung figur yang punya komitmen membesarkan partai, bukan sekadar ambisi pribadi.” ujar Ketua DPD II Golkar Bone mengutip Fajar.co.id.
Adi Suryadi menyimpulkan bahwa Musda Golkar Sulsel 2025 sangat sulit diprediksi. Peta kekuatan masih bergerak dan aliansi baru bisa terbentuk sewaktu-waktu.
“Musda kali ini tidak bisa ditebak. Bisa empat calon bersaing, bisa juga dua yang berkoalisi. Siapa yang bisa kunci DPD II dan restu DPP, dia yang akan menang,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan