MAKASSAR – Realisasi belanja Pemerintah Kota Makassar Tahun Anggaran 2024 kembali menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Meski secara agregat capaian realisasi dinilai memuaskan, beberapa pos strategis disebut masih membutuhkan evaluasi mendalam.

Anggota DPRD Makassar dari Fraksi Golkar, Eshin Usami Nur Rahman, secara khusus menyoroti dua pos belanja yang dianggap belum optimal: Belanja Modal dan Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Realisasi Belanja Modal baru mencapai 54,10 persen dari pagu sebesar Rp1,36 triliun, atau sekitar Rp739,21 miliar. Ini menunjukkan proyek-proyek pembangunan infrastruktur belum berjalan maksimal,” ungkap Eshin dalam rapat evaluasi anggaran di DPRD, Rabu (2/7/2025).

Menurutnya, lambatnya serapan pada pos Belanja Modal berpotensi menahan efek ganda pembangunan. Padahal, belanja ini seharusnya menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus peningkatan layanan publik. Eshin mendesak agar Pemkot Makassar segera melakukan percepatan realisasi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Di sisi lain, serapan Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dialokasikan untuk kebutuhan darurat juga dinilai masih sangat minim. Dari total anggaran sebesar Rp4,25 miliar lebih, hanya sekitar Rp811 juta atau 19,09 persen yang telah terserap.

“Idealnya BTT memang tidak digunakan secara besar-besaran. Namun, rendahnya penyerapan bisa menjadi indikasi lemahnya respons dalam menghadapi kondisi darurat. Ini perlu dikaji agar fleksibilitas anggaran tetap terjaga,” jelasnya.

Meski demikian, Fraksi Golkar tetap mengapresiasi capaian belanja daerah secara keseluruhan. Dari total pagu anggaran sebesar Rp5,29 triliun lebih, Pemkot Makassar telah merealisasikan sekitar Rp4,26 triliun, atau 80,67 persen.

Capaian tertinggi tercatat pada pos Belanja Operasi, dengan realisasi mencapai 89,99 persen atau sekitar Rp3,52 triliun dari total alokasi Rp3,92 triliun. Komponen ini meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, hibah, serta bantuan sosial.

“Ini menunjukkan bahwa roda pemerintahan tetap berjalan efektif. Program pelayanan dasar masih terjaga dengan baik,” tambah Eshin.

Ia pun menegaskan agar Pemerintah Kota Makassar tidak hanya fokus pada capaian angka, tetapi juga memastikan dampak anggaran benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat merasa tidak ada perubahan apa-apa, padahal anggaran kita sudah triliunan,” pungkasnya.(*)