MAKASSAR – Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar memastikan pasokan air bersih tetap berjalan selama pengerjaan koneksi jaringan pipa distribusi di Pabbaeng-baeng.
Pelaksana Tugas Kepala Bagian Humas PDAM Makassar, Fazad Azizah, menegaskan bahwa PDAM tidak menghentikan total suplai air. Air bersih akan tetap mengalir seperti biasa, hanya saja terjadi penurunan debit dan tekanan.
“Misalnya dari awalnya 1.600 liter per detik, kini menjadi 1.000 liter per detik. Tekanan juga dikurangi dari 3,5 bar menjadi 2 bar,” ujar Azizah pada Rabu (30/7/2025). Penurunan ini disertai pengaturan gate valve di 10 titik strategis.
“Ini hanya penurunan debit, bukan keseluruhan distribusi air disetop,” tegas Fazad.
Proses pengerjaan diperkirakan berlangsung delapan hari sejak 27 Juli lalu. Ini bukan berarti masyarakat tidak bisa mendapatkan layanan air bersih selama sepekan penuh. Beberapa hari sebelumnya, masyarakat telah diimbau untuk menampung air.
Namun, jika masih mengalami kekurangan, masyarakat bisa menyampaikan aduan ke nomor layanan pelanggan PDAM sesuai wilayah masing-masing. PDAM melayani pengantaran air bersih secara gratis kepada pelanggan terdampak.
Selama masa pengerjaan, PDAM menyiagakan 14 unit mobil tangki untuk menyuplai air ke wilayah-wilayah terdampak, agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
Kontak Pengaduan PDAM Makassar
- Wilayah 1 (Kecamatan Wajo): 0821-9000-5503
- Wilayah 3 (Panakkukang, Rappocini): 0812-4470-2671
- Wilayah 4 (Makassar, Mamajang, Tamalate): 0851-7514-1704 / 0852-4204-8081
- Wilayah 5 (Tamalate & Mamajang – sebagian): 0821-9736-5150
- Wilayah 6 (Manggala): 0813-4222-8847
Tujuh kecamatan terdampak pengerjaan koneksi pipa ini. Tiga di antaranya mengalami penurunan tekanan cukup signifikan, yaitu Panakkukang, Rappocini, dan Makassar. Empat lainnya, yakni Wajo, Mamajang, Tamalate, dan Manggala, hanya terdampak sebagian.
Jalur distribusi yang mengalami penurunan tekanan mencakup kawasan strategis seperti Jl. AP Pettarani, Jl. Veteran, Jl. Ratulangi, Jl. Cendrawasih, Jl. Somba Opu, Jl. Sultan Hasanuddin, Jl. Malengkeri, Jl. Sultan Alauddin, Jl. Kumala, Jl. Andi Tonro, Jl. Dg. Tata, dan Jl. Kakatua.
Koneksi pipa ini dilakukan untuk menyuplai air ke wilayah utara Kota Makassar dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) 5.
Salah satu warga Jl. Malengkeri, Erwin, mengaku debit air mulai menurun sejak pagi. Namun secara umum, ia masih mendapat layanan air bersih. Informasi penurunan suplai telah ia terima sebelumnya melalui media sosial dan pemberitaan.
“Tadi sudah kecil keluar airnya, tapi sejauh ini masih aman selama tidak disetop total,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan