GOWA – Sopir mobil pick-up yang videonya viral usai terguling saat mengangkut belasan ibu-ibu rombongan pengantin di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, akhirnya menyampaikan permohonan maaf. Ia mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Sopir bernama Saharing (45), warga Kabupaten Bantaeng, mendatangi Polres Gowa pada Rabu (6/8/2025) dini hari untuk mengakui kesalahannya dan menandatangani surat pernyataan.

“Saya sadar tindakan saya sangat membahayakan penumpang. Saya mohon maaf dan berjanji tidak akan lagi mengangkut orang dengan mobil bak terbuka,” ujar Saharing kepada petugas.

Kasat Lantas Polres Gowa, AKP Muhammad Muaz, menilai tindakan Saharing sangat berisiko dan jelas melanggar aturan lalu lintas.

“Mobil pick-up bukan diperuntukkan untuk mengangkut penumpang. Ini membahayakan, baik sopir maupun penumpangnya,” tegas Muaz.

Polisi memberikan edukasi dan pembinaan kepada Saharing agar kejadian serupa tidak terulang, serta menegaskan larangan penggunaan kendaraan bak terbuka sebagai angkutan manusia, apalagi di daerah rawan seperti perbukitan dan tikungan tajam.

“Kami imbau kepada masyarakat, khususnya sopir angkutan barang, agar tidak lagi menggunakan kendaraan jenis ini untuk membawa penumpang. Keselamatan harus diutamakan,” tambah Muaz.

Kronologi Kecelakaan

Insiden kecelakaan tunggal ini terjadi pada Minggu (3/8/2025) di Jalan Poros Malakaji–Sapaya, Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa. Mobil pick-up yang ditumpangi 11 penumpang—termasuk dua anak-anak—dilaporkan terguling saat melintasi tikungan tajam.

Menurut warga setempat, Hamsinah, ia mendengar suara teriakan dari luar rumah sebelum melihat kendaraan terguling.

“Saya langsung bantu evakuasi dua anak-anak dulu. Ada lebih dari sepuluh orang penumpang di mobil itu,” katanya, Senin (4/8/2025).

Diketahui, rombongan tersebut berasal dari arah Malakaji menuju Sapaya untuk menghadiri acara pernikahan. Mobil terguling saat melaju dalam kecepatan tinggi dan gagal mengurangi laju di tikungan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Gowa, Ipda Heri Siswanto, menyebut hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan bahwa kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengemudi.

“Mobil hilang kendali saat menikung karena tidak mengurangi kecepatan, sehingga terguling ke sisi kiri,” jelasnya.

Meski mengalami kecelakaan, seluruh penumpang dilaporkan selamat. Hanya terdapat luka ringan berupa lecet di bagian kaki pada beberapa penumpang.

“Alhamdulillah semuanya selamat dan sudah kembali ke rumah masing-masing,” tutup Heri.

Polisi berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tidak lagi menggunakan mobil bak terbuka sebagai sarana transportasi penumpang demi menghindari risiko kecelakaan yang lebih fatal di masa depan. (*)