SULSELONLINE.COM – Kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka ke kediaman Wapres ke-6 RI, Try Sutrisno, membuat suasana mencair di tengah isu pemakzulan Gibran yang digaungkan .Try Sutrisno.

Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (13/8/2025) di Jakarta itu secara resmi bertujuan menyampaikan undangan Upacara Peringatan HUT Ke-80 Republik Indonesia. Namun, di baliknya tersimpan pesan politik yang lebih dalam.

Gibran disambut langsung oleh Try Sutrisno bersama istrinya, Tuti Try Sutrisno, dan anak sulungnya, Nora Tristyana. Dokumentasi dari Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) RI menunjukkan suasana pertemuan yang penuh keakraban.

Sejak tiba hingga berpamitan, Gibran memberi salam hormat dan bahkan menunduk untuk mencium tangan Try Sutrisno. Putra Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, itu juga datang membawa bingkisan.

Momen menarik terjadi ketika Try Sutrisno menegur ajudan Gibran karena membiarkan sang Wapres melepas alas kaki di rumahnya.

Saat hendak pulang, istri Try, Tuti, menunjuk ke arah kaki Gibran sambil menanyakan soal sepatunya yang dilepas.

Gibran menjawab, “Jangan, sepatunya kotor.” Try lalu menegaskan kepada ajudan Gibran, “Ini bukan masjid, ini rumah. Tidak boleh buka sepatu.” Gibran hanya tersenyum menanggapi, sementara ajudannya mengangguk dan menyalami Try Sutrisno.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan bagi Gibran untuk meminta nasihat dari tokoh senior bangsa.

Keduanya membahas pengalaman kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan pandangan strategis untuk menjaga persatuan di tengah tantangan global. Try menekankan pentingnya pembangunan pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi kemajuan negara.

Secara kasat mata, kunjungan ini terlihat sekadar menyampaikan undangan HUT ke-80 RI. Namun, di balik itu, pertemuan Gibran dan Try Sutrisno dinilai sebagai langkah komunikasi untuk meredakan ketegangan politik terkait wacana pemakzulan terhadap Gibran.(*)