SULSELONLINE.COM – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau Sara, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. “Saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada Fraksi Partai Gerindra,” tulisnya melalui akun Instagram, Rabu (10/9/2025).
Selama menjabat di Senayan, Sara aktif membahas isu kesetaraan gender dan pemberdayaan anak muda. Meski gagal kembali ke DPR pada Pemilu 2019, karier politiknya tetap berjalan dengan dukungan keluarga besar Djojohadikusumo. Ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra periode 2020–2025.
Pengganti Sara ditentukan berdasarkan daftar calon tetap KPU. Pemenang kedua, Ahmad Riza Patria, meraih 45.998 suara, tetapi kini menjabat sebagai Wakil Menteri Desa dan PDTT. Posisi berikutnya ditempati Siti Husniaty dengan 15.675 suara.
Siti Husniaty, seorang honorer penyuluh agama Kementerian Agama (2014–2019), kini bekerja sebagai Bendahara Pondok Pesantren Daar El-Hikam Sukabumi. Sejak 2005, ia aktif di berbagai organisasi, mulai dari Muslimat NU Jakarta Utara, Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT), hingga Korps Mubalighoh DKI Jakarta. Saat ini, ia menjabat Wakil Ketua LP3M DKI Jakarta periode 2023–2028 dan aktif di Permata (Persatuan Masyarakat Betawi).
Husniaty juga rutin mengikuti pendidikan dan pelatihan, termasuk diklat penyuluhan agama, moderasi beragama, hingga penguatan kompetensi penceramah. Kiprahnya menunjukkan dedikasi panjang di bidang dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
Sara mundur setelah pernyataannya dalam sebuah podcast pada 28 Februari 2025 menuai kontroversi. Potongan video tersebut viral pada Agustus dan dikritik luas. Ia mengakui ucapannya menyinggung banyak pihak dan menyampaikan permintaan maaf terbuka.
“Meskipun maksud saya mendorong semangat kewirausahaan, saya menyadari cara penyampaian saya menyakiti banyak pihak. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ungkapnya.
Meski demikian, Sara berharap masih bisa menyelesaikan satu tanggung jawab terakhir, yakni pembahasan RUU Kepariwisataan di Komisi VII.
Dalam podcast itu, Sara mendorong generasi muda untuk berani menjadi entrepreneur. Menurutnya, kreativitas harus diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar menunggu lowongan formal. Ia mencontohkan peluang di bidang kuliner, fashion, konten digital, hingga copywriting.
Sara juga menekankan pentingnya agroindustri dan hilirisasi sebagai sektor masa depan. Ia menyebut usaha pertanian dan agrobisnis akan terus berkembang seiring fokus pemerintah pada ketahanan pangan.
Melalui ajakannya, Sara berharap generasi muda berani berinovasi, berkreasi, dan membuka peluang kerja baru demi kesejahteraan bersama.(*)

Tinggalkan Balasan