MAKASSAR – Usai dibaar oleh massa, Pemprov Sulsel akan kembali membangun gedung DPRD Sulsel. Pembangunan kembali Gedung DPRD Sulawesi Selatan akan dibiayai sepenuhnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Selain itu, dana klaim asuransi juga akan dimanfaatkan untuk melengkapi fasilitas pendukung.
Perbaikan ini dilakukan setelah insiden demonstrasi yang berujung pembakaran di kompleks DPRD Sulsel pada 29 Agustus 2025. Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, menegaskan bahwa tanggung jawab utama pembangunan fisik berada di tangan Kementerian PUPR.
“Secara garis besar, kita sudah mengetahui apa saja yang dibutuhkan. Untuk pembangunan menyeluruh memang menjadi kewenangan PUPR,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).
Legislator yang akrab disapa Cicu itu menambahkan, dana klaim asuransi akan difokuskan pada kebutuhan perlengkapan kedewanan. “Klaim asuransi ini bisa digunakan untuk pengadaan interior, mebel, dan sarana penunjang lain,” jelasnya. Ia menekankan bahwa penggunaannya akan dibahas bersama agar tepat sasaran dan mendukung operasional DPRD Sulsel ke depan.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana, memperkirakan biaya perbaikan sementara mencapai Rp99 miliar. “Angka ini baru hitungan awal untuk kerusakan ringan hingga sedang. Perkiraan total masih bisa berubah setelah tim teknis menyelesaikan verifikasi struktur bangunan,” katanya.
Menurut Dewi, terdapat dua bagian gedung yang masuk kategori rusak berat, yakni gedung sekretariat dan gedung utama. Gedung utama mencakup ruang pimpinan DPRD dan ruang paripurna. “Kerusakan berat membutuhkan pembangunan ulang atau rekonstruksi, yang perhitungannya berbeda dengan rehabilitasi. Saat ini tim kami masih melakukan kajian lebih detail,” jelasnya.(*)

Tinggalkan Balasan