MAROS — Seorang remaja berusia 16 tahun di Kabupaten Maros harus dievakuasi tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) setelah tangannya terjebak borgol, Senin (22/9/2025).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban awalnya iseng bermain borgol bersama temannya. Namun, saat kunci hendak digunakan, justru patah di dalam lubang hingga membuat borgol tidak bisa dibuka. Remaja tersebut kemudian mendatangi Sektor Damkar Moncongloe untuk meminta pertolongan, sebelum akhirnya dibawa ke Markas Komando Damkar Maros.
Kepala Dinas Damkar Maros, Jufri, membenarkan laporan tersebut. “Laporan masuk pukul 16.00 Wita, proses evakuasi dimulai 17.11 Wita dan selesai 17.35 Wita,” ungkapnya, Selasa (23/9/2025).
Ia menjelaskan, kasus ini termasuk kategori *human rescue* atau penyelamatan non-kebakaran. “Damkar tidak hanya menangani kebakaran, tapi juga pertolongan darurat lainnya,” jelasnya.
Danton III Damkar Maros, Andi Agus Alam, menyebutkan sekitar lima personel dikerahkan dalam proses evakuasi. Borgol dibuka secara manual menggunakan besi tipis untuk mendorong patahan kunci yang nyangkut di dalam.
“Kondisi borgol yang terlalu rapat membuat petugas harus ekstra hati-hati agar tidak melukai tangan korban. Syukurlah bisa dilepas dalam waktu sekitar 20 menit, dan korban bebas tanpa luka serius,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan menjadikan borgol sebagai alat mainan. “Itu alat keamanan, bukan mainan. Bisa berisiko bagi anak-anak maupun remaja,” tegasnya. (@)

Tinggalkan Balasan