Jakarta – Pemerintah segera membuka pendaftaran *Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi*, yang ditujukan khusus bagi lulusan maksimal satu tahun. Program ini diatur dalam **Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2025** tentang *Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi*.
Dalam beleid tersebut disebutkan bahwa peserta magang wajib memenuhi tiga syarat utama, salah satunya adalah telah lulus dari perguruan tinggi paling lama satu tahun.
“Lulus program pendidikan diploma atau sarjana paling lama satu tahun pada saat mendaftar Program Pemagangan, terhitung sejak tanggal ijazah,” bunyi Pasal 3 ayat (2b), dikutip Minggu (5/10/2025).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, program ini memang difokuskan untuk memberikan pengalaman kerja bagi para *fresh graduate* yang baru menyelesaikan studi.
“Kita harus memberi kesempatan kepada fresh graduate. Karena biasanya, saat mereka melamar kerja, pertanyaannya selalu ‘sudah punya pengalaman kerja atau belum?’,” ujar Airlangga di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2025) malam.
Menurut Airlangga, selama ini terdapat kesenjangan antara lulusan baru dan kebutuhan dunia kerja. Melalui program ini, pemerintah berupaya menjembatani *gap* tersebut.
“Jadi ada gap antara fresh graduate dengan lapangan kerja. Nah, ini untuk menjembatani hal itu,” jelasnya.
Bagi lulusan yang sudah lebih dari satu tahun, Airlangga menyebut mereka tetap mendapat kesempatan melalui program pelatihan kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan.
“Yang sudah tidak terlalu fresh, nanti akan kita dorong lewat training atau retraining program dari Kemenaker,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Ketenagakerjaan, jadwal pendaftaran program adalah sebagai berikut:
* **1–7 Oktober 2025**: Pendaftaran perusahaan dan usulan program pemagangan.
* **7–12 Oktober 2025**: Pendaftaran peserta pemagangan.
* **13–14 Oktober 2025**: Seleksi dan pengumuman peserta.
* **15 Oktober 2025–15 April 2026**: Pelaksanaan program magang.
Airlangga juga memastikan bahwa program ini akan berlanjut pada tahun 2026 dengan peningkatan jumlah peserta secara bertahap hingga 100 ribu orang.
“Tahap awal kita buka 20 ribu peserta. Kalau kuota itu tercapai, akan kita tambah lagi 20 ribu, dan begitu seterusnya,” jelasnya.
“Kita coba dulu sampai sistemnya tersambung dengan baik. Kalau sudah berjalan lancar, targetnya bisa mencapai 100 ribu peserta,” pungkas Airlangga.(*)

Tinggalkan Balasan