MAKASSAR — Prof Jamaluddin Jompa kembali mencatatkan keunggulan telak dalam pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2025–2030. Dalam proses pemilihan yang digelar Senin (3/11/2025), Prof Jamaluddin meraih 74 suara dari total pemilih.

Sementara itu, Prof Budu memperoleh 18 suara, dan Prof Sukardi Weda hanya mengantongi satu suara. Adapun tiga calon lainnya, yakni Marhaen Hardjo, Muhammad Iqbal Djawad, dan Zulfajri Bari Hasanuddin, tidak mendapatkan suara.

Ketiganya—Jamaluddin Jompa, Budu, dan Sukardi Weda—menjadi kandidat yang lolos ke putaran kedua. Menariknya, Prof Sukardi Weda merupakan dosen dari Universitas Negeri Makassar (UNM).

Sebelum pemilihan, para calon rektor memaparkan visi dan misi mereka di Unhas Hotel & Convention, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar.

Prof Jamaluddin Jompa, yang akrab disapa Prof JJ, tampil pertama dengan menyoroti 18 capaian utama yang telah diraih selama masa kepemimpinannya dan akan dilanjutkan pada periode kedua. Salah satunya adalah peningkatan pengakuan global Unhas melalui perbaikan peringkat dunia.

“Ranking Unhas bukan sekadar angka. Ini juga pesan dari Presiden beberapa waktu lalu agar universitas besar seperti UI dan Unhas berkontribusi nyata di tingkat global,” ujarnya.

Prof JJ menargetkan Unhas bisa menembus 500 besar universitas dunia pada tahun 2030. Ia juga menegaskan komitmen mempertahankan posisi Unhas sebagai peringkat ketiga nasional dalam Indeks Kinerja Utama (IKU).

Selain itu, ia menyoroti transformasi digital dalam sistem akademik dan administrasi, peningkatan manajemen keuangan, serta tata kelola kampus yang lebih transparan.

“Jangan khawatir, tahun ini insentif dosen dan tenaga kependidikan naik 53 persen. Insyaallah akan kita lanjutkan dan tingkatkan,” tegasnya.

Prof JJ juga menekankan peningkatan kesejahteraan sivitas akademika, penguatan riset kolaboratif, serta pengembangan layanan mahasiswa. Ia mencatat, sebanyak 4.982 mahasiswa telah menerima bantuan keringanan UKT, sementara 28 persen mahasiswa Unhas kini mendapat beasiswa.

Selain itu, ia menyoroti penguatan infrastruktur digital dan keamanan data, dukungan terhadap capaian SDGs, peningkatan prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional, serta reformasi birokrasi untuk memperkuat integritas institusi.

“Fokus kita bukan hanya pada akademik, tetapi juga pada kemandirian pendanaan dan pengakuan kualitas di tingkat nasional,” tutupnya.

Sementara itu, calon lain, Dr Marhaen Hardjo, mengusung visi menjadikan Unhas sebagai pusat pendidikan, riset, teknologi, dan kebudayaan yang unggul, inovatif, serta berdaya saing global pada tahun 2030.

Ia memaparkan roadmap kepemimpinannya yang mencakup empat tahap, mulai dari konsolidasi strategi pada 2026, implementasi program prioritas pada 2027, penguatan reputasi akademik pada 2028, hingga internasionalisasi kampus dan peningkatan kesejahteraan sivitas akademika pada 2029.