MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengumumkan rencana untuk memperketat posko keamanan serta menelusuri akar konflik berkepanjangan antara dua kelompok warga di Kecamatan Tallo. Tawuran terbaru yang pecah pada Selasa (18/11/2025) menyebabkan satu orang tewas dan tujuh rumah terbakar, memaksa pemerintah kota dan aparat menggelar pertemuan dengan warga di Aula SMK 5 Makassar, Jalan Sunu, Kamis (20/11/2025).
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah kota menegaskan komitmen untuk berkolaborasi mencari penyebab utama konflik. “Kurangnya ruang interaksi dan kegiatan bersama antar dua kelompok warga ini menjadi salah satu penyebab terjadinya tawuran,” ujar Munafri, yang akrab disapa Appi.
Ia menekankan bahwa situasi di lapangan sangat mudah terprovokasi. Pemerintah Kota Makassar berencana mengoptimalkan penjagaan di posko-posko keamanan yang melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, serta peran aktif RT/RW dan warga setempat. “Diperketat lagi posko-posko penjagaan yang melibatkan seluruh unsur yang ada sambil berkeliling,” jelasnya. Penegakan hukum terhadap pelaku kriminal juga akan ditingkatkan untuk memberikan efek jera.
Munafri menilai keterlibatan tokoh masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas. Pemerintah menyiapkan pola pemberdayaan warga, termasuk pendidikan nonformal untuk anak usia dini dan pelatihan kerja bagi warga usia produktif. Ia juga mempertimbangkan pembangunan sarana pendidikan baru, seperti Sekolah Menengah Pertama (SMP), di wilayah tersebut.
“Di sana tidak ada sekolah SMP. Sehingga tidak ada ruang interaksi. Mereka tidak pernah bertemu dalam satu titik. Ini yang akan kita bangun,” ujarnya.
Munafri menegaskan fokus utama pemerintah adalah menata kehidupan masyarakat dan menyadarkan warga bahwa konflik hanya membawa kerugian. “Semua rugi. Bapak-bapak terhambat mencari nafkah, ibu-ibu kesulitan mengantar anak sekolah, anak-anak juga terhambat belajar,” katanya.
Terkait usulan Kepala BNN Sulsel, Brigjen Pol Budi Sajidin, yang menyarankan relokasi kawasan dan menjadikannya lokasi pemakaman, Munafri memastikan bahwa relokasi tidak akan dilakukan. “Tidak ada relokasi. Itu masih sangat jauh. Fokus kita menata kehidupan mereka,” tegasnya.
Dandim 1408/Makassar, Letkol Ino Dwi Setyo Darmawan, menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar patroli gabungan untuk memperketat keamanan di Tallo. “Kita akan laksanakan patroli gabungan dari TNI, Polri, dan seluruh unsur masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, kondisi di Tallo telah terkendali setelah posko keamanan kembali diaktifkan. “Sekarang tidak ada hal menonjol lagi sejak pos pengamanan terintegrasi diadakan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan