SULSELONLINE.COM – Pemerintah menetapkan kuota haji Sulawesi Selatan tahun 2026 sebanyak 9.670 jamaah, meningkat 2.398 dari tahun sebelumnya yang berjumlah 7.272 jamaah. Meski meningkat, distribusi kuota tidak merata di setiap daerah.

Kabupaten Wajo menjadi penerima kuota terbesar, disusul Bone dan Gowa. Sementara itu, Toraja Utara hanya mendapat dua kursi keberangkatan.

Mekanisme Baru Pembagian Kuota

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sulsel, Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa pembagian kuota 2026 menggunakan sistem baru berbasis daftar tunggu (waiting list) tiap daerah, bukan lagi berdasarkan jumlah penduduk muslim.

Perubahan ini membuat beberapa daerah yang sebelumnya diperkirakan bisa memberangkatkan jamaah tahun depan justru tidak masuk daftar keberangkatan.

“Karena berbasis daftar tunggu, ada daerah yang tahun ini tidak masuk jadwal 2026,” ujar Ikbal, Kamis (27/11/2025), mengutip tribun-timur.

Ikbal mengimbau jamaah yang tertunda keberangkatannya agar tetap sabar dan mengikuti proses.

Dampak ke Sulawesi Selatan

Kebijakan baru ini memberi keuntungan bagi banyak daerah di Sulsel karena menggunakan data pendaftar tahun 2011. Namun tidak semua daerah mengalami kenaikan kuota.

Selain itu, masa tunggu haji yang sebelumnya mencapai 39–40 tahun kini berkurang menjadi sekitar 26–27 tahun. Tahun 2026, Kemenag Sulsel akan memberangkatkan jamaah yang mendaftar pada atau sebelum 19 Oktober 2011.

Jamaah yang masuk kuota diwajibkan melakukan verifikasi data, pembuatan paspor, pemeriksaan kesehatan, dan pelunasan biaya haji. Persiapan saat ini sudah mencapai sekitar 60 persen.

Kuota Haji Wajo 2026

Plt Kasi PHU Kemenag Wajo, Muhammad Hadrawi, memastikan kuota haji Wajo mencapai 1.902 jamaah, terdiri atas 1.819 urut porsi dan 83 prioritas lansia.

Saat ini, proses pengurusan administrasi, dokumen, serta pelunasan biaya haji embarkasi Makassar sebesar Rp55.893.179 telah berjalan. Pelunasan tahap pertama berlangsung dari 24 November hingga 23 Desember.

Larangan Mengikuti Haji Furoda

Ikbal juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada pihak yang menawarkan haji furoda, karena Pemerintah Arab Saudi tidak lagi menerima jalur tersebut mulai 2026.

Menurutnya, pengawasan jamaah non-kuota di Arab Saudi kini sangat ketat. Pada musim haji 2025, banyak kasus jamaah tanpa dokumen lengkap yang diamankan petugas setempat.

Kuota Haji Maros Naik Jadi 599 Jamaah

Di Kabupaten Maros, tujuh calon jamaah haji yang dijadwalkan berangkat 2026 meninggal dunia. Nomor porsi mereka sedang dalam proses pelimpahan kepada ahli waris.

Maros mendapat kuota 599 jamaah, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 296. Peningkatan ini terjadi karena mekanisme kuota kini berbasis waiting list provinsi sesuai UU Nomor 14 Tahun 2025.

Masa tunggu haji Maros yang sebelumnya 39–40 tahun kini berkurang menjadi sekitar 26 tahun. Daftar tunggu saat ini mencapai 11 ribu orang.

Estimasi Kuota Haji per Kabupaten/Kota di Sulsel 2026

* Bantaeng: 329
* Barru: 142
* Bone: 1.868
* Bulukumba: 133
* Enrekang: 28
* Gowa: 1.410
* Jeneponto: 51
* Luwu: 41
* Luwu Timur: 37
* Luwu Utara: 61
* Maros: 600
* Palopo: 22
* Pangkep: 147
* Pinrang: 488
* Selayar: 6
* Sidrap: 736
* Sinjai: 48
* Sopeng: 906
* Takalar: 63
* Tana Toraja: 8
* Toraja Utara: 2
* Wajo: 1.902
* Kota Makassar: 464
* Kota Parepare: 102
* Petugas Haji Daerah: 51
* KBIHU: 22

Total jamaah haji Sulawesi Selatan: 9.670 orang.

(*)