MAROS — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dipastikan mulai menerima pasien pada 29 Desember 2025. Seluruh kesiapan layanan rumah sakit tersebut telah mencapai 100 persen.

Pembangunan fisik RSUD Camba dimulai pada Januari 2024 di atas lahan seluas 2 hektare yang berlokasi di Kelurahan Mario Pualana, Kecamatan Camba. Rumah sakit tipe D ini dibangun dengan total anggaran sebesar Rp44 miliar.

Kepastian operasional RSUD Camba disampaikan langsung oleh Bupati Maros, Chaidir Syam, usai memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, Rabu (17/12/2025). Ia mengatakan RSUD Camba akan segera diluncurkan secara resmi untuk pelayanan pasien pada akhir Desember mendatang.

“RSUD Camba ini sudah kita pre-launching. Petugas-petugasnya sudah berada di lokasi semua,” kata Chaidir Syam yang saat itu mengenakan seragam Korpri.

Ia memastikan seluruh alat kesehatan di rumah sakit tersebut telah melalui uji fungsi dan dinyatakan siap digunakan. “Alhamdulillah, seluruh alat kesehatan sudah diuji dan berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Meski demikian, Chaidir mengungkapkan bahwa dalam tiga bulan pertama operasional, RSUD Camba belum dapat melayani pasien pengguna BPJS Kesehatan. “BPJS belum bisa. Sekitar tiga bulan baru bisa,” jelas mantan Ketua DPRD Maros itu.

Namun, ia menegaskan pelayanan kesehatan tetap diberikan secara gratis kepada masyarakat, dengan pembiayaan sementara ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Tetap gratis, pemerintah daerah yang menanggung terlebih dahulu,” tegasnya.

Dari sisi sarana dan prasarana, Chaidir menilai kondisi RSUD Camba sudah sangat memadai. Sementara untuk sumber daya manusia, struktur organisasi telah terbentuk dan tenaga kesehatan siap bertugas.

“Dokternya sekitar 10 orang, perawat hampir 30-an, dan total sekitar 50 tenaga kesehatan yang sudah siap,” jelas alumni Ilmu Pemerintahan Universitas Hasanuddin itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Muhammad Yunus, menyebutkan RSUD Camba akan didukung oleh empat dokter spesialis, masing-masing spesialis penyakit dalam, kebidanan dan kandungan (obgyn), bedah, serta anak.

Ia menambahkan, RSUD Camba dirancang memiliki kapasitas 50 tempat tidur dan akan diperkuat oleh 131 tenaga kesehatan. Sebanyak 51 tenaga kesehatan berasal dari RSUD dr La Palaloi, sementara 80 lainnya berasal dari 14 puskesmas di Kabupaten Maros.

“RSUD Camba diharapkan menjadi solusi layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan medis lanjutan,” ujar Muhammad Yunus.(*)