SULSELONLINE.COM – Universitas Islam Makassar (UIM) mengambil langkah tegas terkait video viral dugaan tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh salah satu oknum dosennya. Rektor UIM, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., secara resmi mengumumkan pemberhentian oknum dosen berinisial DR IR AS dari lingkungan Universitas Islam Makassar.
Keputusan tersebut diambil setelah tindakan oknum dosen yang diduga meludahi seorang karyawan perempuan di sebuah toko swalayan menuai kecaman luas dari masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan Komisi Disiplin UIM, yang bersangkutan dinyatakan melanggar Kode Etik Dosen serta Peraturan Kepegawaian yang berlaku di lingkungan UIM.
Rektor UIM menegaskan bahwa universitas tidak mentoleransi segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan.
“Apapun alasan dan sebab yang mendahuluinya, tindakan tersebut dianggap sebagai perbuatan yang melanggar etika dan akhlak yang baik. Sebagai institusi yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama yang rahmatan lil ‘alamin, nilai kemanusiaan, dan kearifan lokal, kami harus mengambil sikap tegas,” ujar Prof. Muammar Bakry dalam keterangan resminya.
Mengingat status oknum dosen tersebut merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), pihak universitas memutuskan untuk mengakhiri hubungan kerja secara institusional dengan UIM.
“Rektor UIM memberhentikan yang bersangkutan sebagai dosen UIM. Selanjutnya, yang bersangkutan dikembalikan ke LLDIKTI Wilayah IX sebagai dosen negeri sesuai instansi asalnya,” lanjut Prof. Muammar.
Pasca kejadian ini, UIM menyatakan akan memperketat pengawasan serta pembinaan karakter di lingkungan kampus. Prof. Muammar menekankan bahwa capaian akademik harus selalu sejalan dengan kemuliaan akhlak.
“Kejadian ini menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat komitmen dalam membina karakter seluruh civitas akademika. Nilai-nilai spiritual dan etika tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa,” tegasnya.
Mewakili seluruh civitas akademika Universitas Islam Makassar, Prof. Muammar Bakry juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada korban atas insiden yang terjadi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada korban. Kami berharap peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, khususnya bagi yang bersangkutan, agar senantiasa menjaga adab dan etika di mana pun berada,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan