Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Husniah Talenrang, menegaskan isu penarikan ajudan, pemecatan sopir, hingga pengawalan oleh organisasi bodyguard tidak benar. Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi di media sosial yang menyebut dirinya tidak lagi dikawal ajudan resmi.
Kepada Tribun-Timur.com, Selasa (6/1/2026), Husniah membantah kabar tersebut. Ia menegaskan hingga kini masih dikawal ajudan dari Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dan tidak pernah menggunakan jasa organisasi bodyguard pribadi.
“Tidak ada saya pakai organisasi bodyguard. Ngapain, kan ada STPDN-ku. Itu tidak benar,” tegas Husniah.
Ia juga menepis isu tidak adanya pengawalan dalam aktivitasnya. Menurutnya, pengawalan bukanlah kewajiban mutlak dan tidak menjadi persoalan jika sesekali beraktivitas tanpa pengamanan khusus. “Tidak apa-apa tanpa pengawalan. Tidak wajib ji ada pengawalan. Menteri saja tidak dikawal,” ujarnya.
Terkait isu pemecatan sopir, Husniah menjelaskan kabar tersebut juga tidak benar. Ia menyebut sopir yang dimaksud merupakan sepupunya dan hanya diminta menyelesaikan persoalan pribadi, bukan diberhentikan dari tugas. “Tidak dipecat itu sopir. Itu urusan pribadinya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Husniah menegaskan dirinya memilih fokus pada kerja-kerja pemerintahan dan pelayanan publik ketimbang menanggapi isu pribadi. Ia menilai masih banyak persoalan masyarakat Gowa yang lebih mendesak untuk diperhatikan, seperti kondisi infrastruktur jalan dan peningkatan pelayanan publik.
“Kita lebih mementingkan masyarakat. Masih banyak jalanan di Gowa yang rusak dan masyarakat yang butuh perhatian,” katanya.
Ia menambahkan, di tengah upaya efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap memprioritaskan kesejahteraan masyarakat. “Yang kita pentingkan pelayanan publik, bukan urusan pribadi,” pungkas Ketua DPW PAN Sulsel tersebut.

Tinggalkan Balasan