MAKASSAR – Sebanyak 319 jiwa dari 86 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi akibat banjir yang melanda wilayah Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Hingga Senin (12/1/2026), para pengungsi tersebar di empat titik lokasi pengungsian untuk mendapatkan perlindungan dan bantuan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, UPT SPF SD Negeri Paccerakkang menampung jumlah pengungsi terbanyak yakni 201 jiwa dari 55 KK. Titik lainnya berada di Kantor Kelurahan Katimbang dengan 61 jiwa (17 KK), Masjid Lailatul Qadar Blok AF dengan 39 jiwa (10 KK), serta Masjid Nurul Ikhlas Kompleks Kodam III yang menampung 18 jiwa (4 KK).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung meninjau dua lokasi pengungsian pada Senin pagi guna memastikan kondisi warga. Kunjungan dimulai di Kantor Kelurahan Katimbang sekitar pukul 08.30 Wita, kemudian dilanjutkan ke SD Negeri Paccerakkang.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota berdialog dengan para pengungsi untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat. Pemerintah Kota Makassar memprioritaskan ketersediaan suplai makanan, air bersih, fasilitas toilet, serta layanan kesehatan dan obat-obatan di setiap posko.

Pihak pemerintah juga menginstruksikan camat dan lurah setempat untuk melakukan pemantauan berkala bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Petugas kesehatan di lapangan diminta bersiaga penuh untuk menangani gangguan kesehatan warga terdampak, termasuk melakukan rujukan cepat ke puskesmas terdekat jika ditemukan kondisi darurat.

Pemantauan intensif akan terus dilakukan hingga situasi banjir surut dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing dalam kondisi aman.(*)