SULSELONLINE.COM – Jenazah Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, diterbangkan ke Jakarta pada Kamis (22/1/2026) pagi. Pemulangan jenazah dilakukan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, menggunakan pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG 345 yang lepas landas pada pukul 06.25 WITA.

Sejak Rabu malam (21/1/2026), peti jenazah Deden Maulana telah berada di area kargo Bandara Sultan Hasanuddin. Peti tersebut dilabeli Postmortem (PM) 62.B.02, penanda resmi hasil proses identifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri bersama Polda Sulawesi Selatan.

Almarhum tercatat sebagai satu dari tiga penumpang pesawat ATR 42-500 yang berasal dari instansi KKP. Sejak malam hari, pihak keluarga dan kerabat telah memadati bandara, menanti kepulangan Deden ke Jakarta untuk terakhir kalinya.

Setibanya di Jakarta, jenazah Deden Maulana rencananya akan dibawa ke Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Pasar Minggu untuk prosesi pelepasan dan penghormatan terakhir.

“Mau dibawa ke AUP Pasar Minggu untuk acara pelepasan,” ujar Levi, salah satu kerabat korban.

Suasana haru tak terbendung saat jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. Vera, istri Deden Maulana, tak kuasa menahan air mata ketika menerima peti jenazah sang suami. Dengan langkah tertatih, ia berdiri di hadapan peti berlabel PM.62.B.02, menunduk, lalu memeluk dokumen hasil identifikasi yang baru saja diserahkan kepadanya.

Sebelum penyerahan jenazah, Kasubdit Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, AKBP Elvis J, secara langsung menyerahkan dokumen hasil identifikasi DVI kepada pihak keluarga. Berkas berwarna kuning bertuliskan DVI itu diterima Vera dengan tangan gemetar. Ia kemudian memeluknya erat, sembari menangis di sisi peti jenazah suaminya. Kerabat yang mendampingi berusaha menenangkan, namun suasana duka begitu terasa dan sulit dibendung.

Deden Maulana diketahui merupakan korban pertama yang berhasil dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Jenazahnya ditemukan pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 14.20 WITA, di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dari puncak gunung.

Proses evakuasi jenazah sempat menghadapi kendala serius akibat medan yang sangat terjal, akses yang terbatas, serta cuaca ekstrem yang menyelimuti kawasan pegunungan. Kondisi lokasi hampir tegak lurus dengan dominasi bebatuan, memaksa tim SAR menunggu waktu yang tepat demi keselamatan personel.

Setelah melalui proses panjang dan penuh risiko, jenazah Deden Maulana akhirnya berhasil dievakuasi dan tiba di Post Mortem Biddokkes Polda Sulsel pada pukul 08.54 WITA. Jenazah diantar menggunakan ambulans milik RSAU dr Dody Sardjoto, menandai berakhirnya satu tahapan panjang evakuasi dan identifikasi, sekaligus membuka lembar duka bagi keluarga yang ditinggalkan.(*)