MAKASSAR — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memastikan akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal menjelang tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Pemilihan Makassar dinilai memiliki makna strategis, baik secara politik maupun simbolik, sejalan dengan arah penguatan basis PSI di luar Pulau Jawa.

Politikus PSI Faldo Maldini menjelaskan, Rakernas di Makassar merupakan langkah awal untuk menjadikan Sulawesi sebagai salah satu basis utama kekuatan partai. Hal tersebut selaras dengan lambang baru PSI berupa gajah, yang dimaknai sebagai simbol kekuatan dan keteguhan dalam kerja politik.

Faldo menyebut PSI ingin menjadikan Sulawesi sebagai “kandang gajah”, yakni rumah besar untuk menumbuhkan kekuatan politik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin Sulawesi jadi kandang gajah. Artinya, Sulawesi kami jadikan rumah besar untuk membesarkan kekuatan politik yang relevan dengan kebutuhan rakyat. Kandang gajah bagi PSI bukan soal peta kekuasaan, tetapi membangun basis kerja yang nyata,” kata Faldo saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (27/1/2026), dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, Makassar dipilih karena merepresentasikan karakter masyarakat Sulawesi yang dikenal memiliki semangat juang tinggi. PSI menilai daerah tersebut memiliki energi besar yang perlu disalurkan melalui ruang politik yang inklusif.

“Sulawesi tidak pernah kekurangan energi. Yang kadang kurang hanyalah saluran politiknya. PSI datang untuk membuka ruang itu, agar anak muda, pelaku usaha, petani, nelayan, dan komunitas lokal ikut menentukan arah Indonesia ke depan,” ujarnya.

Selain konsolidasi internal, Faldo mengungkapkan Rakernas PSI di Makassar juga akan menghadirkan kejutan. Ia menyebut akan ada figur baru yang bergabung dan diharapkan mampu memperkuat mesin partai secara nasional.

“Rakernas ini juga membawa kejutan. Akan ada gajah baru yang bergabung ke PSI. Bukan sekadar nama, tetapi amunisi politik untuk memperkuat mesin partai. Pesannya sederhana, PSI di Sulawesi bukan mampir, tetapi menanam dan membesarkan kekuatan nasional,” tuturnya.

Konsolidasi ini dinilai penting mengingat PSI menargetkan kesiapan penuh menghadapi tahapan Pemilu 2029, termasuk proses verifikasi sebagai peserta pemilu.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie menegaskan Rakernas Makassar menjadi momentum penting untuk memperkuat struktur organisasi partai hingga ke tingkat paling bawah. Konsolidasi struktural disebut sebagai prioritas utama guna memenuhi seluruh persyaratan kepesertaan Pemilu 2029.

“Fokus utama adalah konsolidasi partai. Kami menargetkan struktur partai sampai tingkat desa selesai pada 2026. Kami pastikan PSI siap menghadapi verifikasi sebagai peserta Pemilu 2029,” kata Grace.

Menurut Grace, penguatan struktur hingga akar rumput merupakan langkah strategis agar PSI memiliki basis organisasi yang solid dan berkelanjutan, tidak hanya menjelang pemilu, tetapi juga dalam kerja politik jangka panjang.

Ketua Harian PSI Ahmad Ali menambahkan, Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo dijadwalkan hadir dan memberikan kuliah umum pada hari kedua pelaksanaan Rakernas. Kehadiran Jokowi disebut menjadi salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut.

“Rencana hari kedua beliau akan memberikan kuliah umum. Beliau hadir pada hari kedua,” ujar Ali kepada Kompas.com, Minggu (25/1/2026).

Namun demikian, Ali belum mengungkapkan materi yang akan disampaikan Jokowi. Ia juga memastikan PSI tidak mengundang tokoh eksternal lain, termasuk Presiden Prabowo Subianto, dalam Rakernas tersebut.(*)