SULSELONLINE.COM – Jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat angin puting beliung di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, terus bertambah. Hingga Selasa (3/2/2026) malam, tercatat sementara 37 unit rumah terdampak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulukumba, Andi Hasbullah, mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu.

“Tidak ada korban jiwa, tapi bagian atap rumah warga sebanyak 14 unit mengalami kerusakan,” ungkap Andi Hasbullah.

Kepala Bidang Penanggulangan dan Kedaruratan BPBD Bulukumba, Abd Haris, mengatakan sebagian besar rumah mengalami kerusakan pada bagian atap yang terbang diterjang angin kencang.

“Sekarang data sementara ada 37 unit rumah yang diterbangkan atapnya angin puting beliung,” kata Haris.

Ia menjelaskan, rumah-rumah terdampak tidak berada dalam satu titik lokasi. Salah satu wilayah yang terdampak berada di Desa Benteng Gattareng, Jalan Poros Mannanungi, Kecamatan Gantarang.

Hingga malam hari, petugas BPBD masih melakukan pendataan dengan menyusuri perkampungan warga yang berada di tengah kawasan hutan produktif untuk memastikan jumlah rumah terdampak.

Peristiwa angin puting beliung terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Angin disertai hujan tersebut bergerak sejauh sekitar 30 kilometer dari arah barat wilayah Bulukumba sebelum menerjang permukiman warga.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Peristiwa itu berlangsung singkat, hanya sekitar lima menit, namun menyebabkan kerusakan cukup parah.

Deretan rumah permanen yang sebelumnya tampak rapi mendadak porak poranda, terutama pada bagian atap. Warga yang tengah beristirahat panik, sementara sejumlah ibu-ibu dan anak-anak menangis histeris saat angin menerjang.

Di Desa Benteng Gattareng, tercatat enam unit rumah mengalami kerusakan parah. Warga terdampak terpaksa mengungsi ke rumah kerabat untuk sementara waktu.

“Mengungsi sementara di rumah keluarga, Pak,” ujar Ardiansyah, salah seorang warga terdampak.

Ia mengaku memilih tidak bermalam di tenda pengungsian yang telah disiapkan BPBD Bulukumba karena masih mempunyai keluarga yang mau menampungnya.(*)