Penerbangan Timur Tengah Dibatalkan Sementara, Jamaah Umrah Sulsel Diminta Tenang

SULSELONLINE.COM — Jamaah umrah asal Sulawesi Selatan diminta tetap tenang menyusul pembatalan sementara seluruh penerbangan ke dan dari Timur Tengah akibat situasi kawasan yang memanas.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, Ikbal Ismail, menegaskan kebijakan tersebut diambil demi keselamatan jamaah. “Seluruh jadwal penerbangan ke dan dari Timur Tengah dibatalkan sementara. Ini berdampak pada jamaah yang akan berangkat maupun pulang,” ujarnya, Minggu (1/3/2026), mengutip tribun-timur.com.

Ia memastikan ada jamaah asal Sulsel yang sedang berada di Arab Saudi. Namun pendataan dan koordinasi menjadi kewenangan pemerintah pusat yang akan berkoordinasi dengan KBRI di Arab Saudi. Kanwil Sulsel juga mulai menghimpun data jamaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat dan meminta travel segera melaporkan perkembangan.

Di sisi lain, biro perjalanan umrah mulai melakukan konsolidasi, terutama menjelang periode umrah i’tikaf Ramadan. Ketua DPD Astindo Sulsel, Nurhayat, menyebut sejumlah maskapai telah melakukan penjadwalan ulang akibat penutupan ruang udara di Doha dan Dubai.

Ia menjelaskan dampak paling besar terjadi pada penerbangan yang transit melalui Dubai dan Doha, seperti Emirates dan Qatar Airways. Sementara penerbangan langsung ke Jeddah dan Madinah, termasuk Lion Air dan Garuda Indonesia, sebagian masih beroperasi.

Astindo menyiapkan sejumlah opsi bagi jamaah terdampak, mulai dari penjadwalan ulang (reschedule), pengalihan rute (re-route), hingga pembatalan jika kondisi belum memungkinkan.

Ketua DPD AMPHURI Sulampua, Azhar Gazali, menyatakan hingga kini belum ada jamaah Sulsel yang membatalkan keberangkatan. Program umrah akhir Ramadan tetap berjalan sesuai jadwal, meski pihaknya terus memantau perkembangan.

Sementara itu, Bandara Soekarno-Hatta mencatat 17 dari 39 penerbangan rute Timur Tengah terkonfirmasi batal hingga Minggu pagi. Rute terdampak meliputi Abu Dhabi, Doha, Dubai, Istanbul, Jeddah, dan Madinah.

Pemerintah dan asosiasi travel mengimbau jamaah tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta menunggu pemberitahuan resmi dari maskapai dan otoritas terkait.(*)