SULSELONLINE.COM — Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan akan melatih 4.000 aparatur sipil negara (ASN) sebagai Komponen Cadangan (Komcad) dalam waktu dekat. Program ini dilaksanakan berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan negara.

Pemerintah Kabupaten Maros menyatakan kesiapan mendukung kebijakan tersebut. Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan pihaknya akan mengikuti arahan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait teknis pelaksanaan.

“Kami sangat mendukung program yang dilaksanakan oleh bapak gubernur. Komponen cadangan ini penting bagi negara kita,” ujar Chaidir, Minggu (1/3/2025).

Menurutnya, penguatan pertahanan menjadi krusial di tengah dinamika global, termasuk konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah.

“Kita bisa melihat situasi di Timur Tengah yang sedang bergejolak. Indonesia juga harus punya kekuatan dan kesiapsiagaan,” katanya.

Meski demikian, Chaidir menyebut belum ada kepanitiaan khusus di tingkat kabupaten. Pemkab Maros masih menunggu instruksi lanjutan dari Pemprov Sulsel. Ia memastikan Maros akan mengirim 10 ASN sesuai kuota yang diminta.

“Kami akan mengirim 10 orang sesuai permintaan provinsi,” tambahnya.

 Syarat Peserta Komcad

ASN yang akan mengikuti pelatihan Komcad wajib memenuhi sejumlah ketentuan, di antaranya:

* WNI aktif usia 18–35 tahun
* Mendapat rekomendasi resmi dari atasan/PPK
* Lulus tes kesehatan jasmani dan rohani
* Tinggi minimal 160 cm (pria) dan 155 cm (wanita)
* Setia kepada NKRI, Pancasila, dan UUD 1945
* Bebas catatan kriminal
* Bersedia mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) selama 2–3 bulan

Selama mengikuti program, ASN tetap berstatus sebagai pegawai aktif dan menjalankan tugas pelayanan publik.(*)