SULSELONLINE.COM — Kegiatan penukaran uang baru yang digelar di halaman belakang Kantor Wali Kota Palopo, Sulawesi Selatan, disambut antusias masyarakat. Warga memanfaatkan layanan tersebut untuk menukar pecahan kecil yang akan digunakan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Sejak pagi, Kamis (5/3/2026), masyarakat sudah memadati lokasi penukaran uang. Mereka datang sesuai jadwal setelah terlebih dahulu melakukan pendaftaran melalui aplikasi yang disediakan Bank Indonesia.
Antrean warga terlihat tertib karena panitia menerapkan sistem registrasi digital untuk mengatur jumlah penukar setiap hari. Metode ini juga diterapkan guna menghindari kerumunan seperti yang pernah terjadi pada kegiatan serupa di tahun-tahun sebelumnya.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Ricky Satria, mengatakan penukaran uang selama Ramadan telah dipersiapkan sejak awal tahun sebagai bagian dari program nasional Bank Indonesia.
“Kami memang menyiapkan sejak awal tahun secara nasional. Arahan dari pusat agar layanan ini diperluas sehingga lebih inklusif. Kami juga menggandeng perbankan dan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota,” kata Ricky saat ditemui di lokasi, Kamis.
Ia menjelaskan, untuk wilayah Sulawesi Selatan, Bank Indonesia menyiapkan sekitar 27.000 paket penukaran uang yang didistribusikan ke 34 kabupaten dan kota.
Sementara khusus di Kota Palopo, kuota penukaran mencapai sekitar 1.000 paket. Seluruh kuota tersebut bahkan telah habis dipesan masyarakat melalui aplikasi dua hari sebelum kegiatan berlangsung.
“Untuk Palopo sudah penuh. Sekitar seribu paket yang kami sediakan sudah habis diambil masyarakat melalui aplikasi sejak dua hari lalu,” ujarnya.
Menurut Ricky, penggunaan aplikasi registrasi menjadi strategi utama untuk mengantisipasi lonjakan masyarakat yang ingin menukar uang.
“Pengalaman beberapa tahun lalu, kalau tidak dibuat tertib bisa terjadi kekacauan. Karena itu sekarang masyarakat harus registrasi dulu melalui aplikasi,” jelasnya.
Selain layanan penukaran uang, Bank Indonesia juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara memperlakukan uang rupiah dengan baik melalui konsep 5J, yakni Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Distapler, dan Jangan Dibasahi.
“Sambil menunggu penukaran uang, kami juga mengedukasi masyarakat mengenai 5J agar uang rupiah tetap terjaga kondisinya,” tutup Ricky.(*)

Tinggalkan Balasan