SULSELONLINE.COM – Tarif bus antarkota rute Makassar–Palopo mulai mengalami kenaikan menjelang arus mudik Idul fitri 2026. Penyesuaian tarif dilakukan perusahaan otobus seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang hendak pulang kampung.
Perwakilan PO Litha & Co, Victor, mengatakan kenaikan tarif merupakan penyesuaian rutin yang dilakukan setiap tahun menjelang Lebaran. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan bertahap sejak 14 Maret 2026.
Berikut rincian tarif bus rute Makassar–Palopo dan Palopo–Makassar:
Rute Makassar–Palopo
* Bus reguler: dari Rp220.000 menjadi Rp250.000
* Sleeper bus: dari Rp250.000 menjadi Rp300.000
* Berlaku mulai 14 Maret 2026
Rute Palopo–Makassar
* Bus reguler (malam): dari Rp200.000 menjadi Rp250.000
* Sleeper bus: dari Rp250.000 menjadi Rp300.000
* Berlaku mulai 21 Maret 2026
Victor menjelaskan, meski tarif mulai naik, jumlah penumpang dari Palopo menuju Makassar masih belum terlalu ramai. Sebaliknya, perjalanan dari Makassar menuju Palopo sudah terisi penuh.
“Kalau dari Palopo masih kurang penumpang, tapi yang dari Makassar sudah penuh,” ujarnya mengutip kompas.com, Senin (16/3/2026).
Selama Ramadan, perusahaan juga tidak membuka layanan pemesanan tiket. Kebijakan ini diambil karena pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya banyak calon penumpang yang memesan tiket tetapi tidak jadi berangkat.
Sementara itu, arus mudik mulai terlihat di Terminal Dange Rakko. Sejumlah penumpang memadati area terminal untuk menuju Makassar dan Kabupaten Luwu Timur.
Salah seorang pemudik, Nur Ainun, mengaku pulang kampung ke Luwu Timur untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Ia menilai suasana mudik tahun ini lebih ramai dibanding hari biasa.
“Ramai sekali sekarang. Banyak yang ingin pulang kampung dan Lebaran bersama keluarga,” ujarnya.
Di sisi lain, sopir angkutan rute Palopo–Sorowako, Asbudi, mengatakan jumlah penumpang selama Ramadan masih fluktuatif. Tarif perjalanan Palopo–Sorowako tetap Rp130.000 per orang dan belum mengalami kenaikan.
Namun para sopir menghadapi kendala dalam mendapatkan bahan bakar minyak jenis Pertalite. Antrean panjang di SPBU kerap terjadi di Palopo dan Sorowako, sehingga sopir terkadang terpaksa membeli BBM secara eceran agar tidak terlambat mengantar penumpang.(*)

Tinggalkan Balasan