MAKASSAR — Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan menjalani pola kerja baru dengan skema empat hari masuk kantor dan tiga hari non-kantor setiap pekan.
Dalam kebijakan tersebut, ASN bekerja di kantor dari Senin hingga Kamis. Sementara hari Jumat diberlakukan sistem *work from home* (WFH), dan Sabtu-Minggu tetap menjadi hari libur.
Dengan demikian, ASN tidak hadir secara fisik di kantor selama tiga hari dalam sepekan.
WFH merupakan sistem kerja jarak jauh yang memanfaatkan teknologi digital, seperti internet, laptop, serta aplikasi pendukung kerja. Aktivitas yang dilakukan antara lain rapat daring melalui Zoom atau Google Meet, pengiriman tugas via email, hingga koordinasi tim melalui aplikasi pesan instan.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri PANRB dan Menteri Dalam Negeri. Selain sebagai bagian dari transformasi budaya kerja birokrasi, WFH juga menjadi langkah adaptif menghadapi dinamika global, khususnya dampak kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.
Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, mengatakan Pemerintah Provinsi Sulsel tengah menyiapkan surat edaran gubernur sebagai dasar pelaksanaan di daerah.
“Surat edaran gubernur sementara disusun oleh BKD. Dari situ akan diketahui kapan WFH mulai diterapkan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, kebijakan WFH diyakini dapat menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) karena ASN tidak perlu lagi menggunakan kendaraan menuju kantor.
Selain itu, dampak positif juga diperkirakan terjadi pada lalu lintas, khususnya pada hari Jumat. Volume kendaraan di jalan berpotensi menurun sehingga kemacetan dapat berkurang, sekaligus menekan emisi gas buang.
“Kalau mobil dan motor ke kantor berkurang, konsumsi BBM juga pasti turun,” katanya.
Di tengah penerapan kebijakan tersebut, kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM masih terlihat. Antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan dalam sepekan terakhir.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, Kasman, memastikan stok BBM di wilayah tersebut dalam kondisi aman.
“Masyarakat diimbau tidak melakukan panic buying. Pemerintah pusat juga telah menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM pada April,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan pasokan.
“Insyaallah stok BBM di Sulsel aman,” katanya.
Dengan penerapan WFH, pemerintah berharap antrean di SPBU dapat berkurang seiring menurunnya konsumsi BBM harian, sehingga situasi tetap terkendali.(*)

Tinggalkan Balasan