Makassar – Transformasi digital di sektor air minum mulai diterapkan di sejumlah daerah, ditandai dengan kegiatan “Smart Panel Experience Sharing” yang digelar di Claro Makassar, awal April 2026.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 50 perusahaan daerah air minum (PDAM) dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Sulawesi Selatan, Bali, Jawa Timur, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara. Forum tersebut dipusatkan bersama Perumda Air Minum Tirta Jeneberang, Kabupaten Gowa.

Sebanyak 51 PDAM tercatat hadir, di antaranya PDAM Maros, Parepare, Toraja, Palangkaraya, dan Kutai Timur. Mereka membahas upaya peningkatan efisiensi dan keberlanjutan layanan air minum di tengah tantangan operasional yang semakin kompleks.

Tidak hanya diskusi, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke Instalasi Kota Kecamatan (IKK) Pattallassang untuk melihat langsung penerapan teknologi BSA Smart Panel yang dikembangkan oleh Bima Sakti Alterra.

Teknologi tersebut berfungsi mengatur sistem distribusi air secara otomatis, mulai dari membaca tekanan, mengontrol debit, hingga mengendalikan pompa secara real-time sesuai kebutuhan di lapangan.

Direktur Perumda Tirta Jeneberang, Hasanuddin Kamal, mengatakan penggunaan smart panel mampu menekan biaya operasional, khususnya konsumsi listrik dan perawatan pompa.

“Dengan smart panel, pompa bekerja sesuai kebutuhan tekanan di lapangan. Dalam jangka panjang, umur pompa lebih terjaga dan biaya maintenance bisa ditekan,” ujarnya.

Selain itu, sistem ini juga memungkinkan pengelolaan berbasis data, sehingga potensi gangguan atau anomali dapat dideteksi lebih cepat dan ditangani secara tepat.

Kerja sama dengan Bima Sakti Alterra juga mencakup pengembangan teknologi lain seperti topping meter untuk meningkatkan akurasi pencatatan serta optimalisasi pendapatan.

Forum ini turut mendorong penerapan pengelolaan District Meter Area (DMA) tanpa investasi awal yang besar, sebagai solusi bagi PDAM dalam melakukan transformasi layanan secara bertahap.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat mengadopsi teknologi serupa guna meningkatkan efisiensi distribusi air, menekan kehilangan air, serta memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat.(*)