SULSELONLINE.COM – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan dukungan terhadap Paus Leo XIV menyusul kritik yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Polemik ini bermula setelah Paus Leo XIV mengkritik kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran, termasuk pernyataan yang menyinggung ancaman terhadap rakyat Iran sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima. Dalam khotbahnya, Paus juga menegaskan bahwa keinginan untuk mendominasi tidak sejalan dengan ajaran Yesus Kristus.

Menanggapi kritik tersebut, Pezeshkian melalui akun media sosial X menyampaikan pembelaannya terhadap Paus.

“Yang Mulia Paus Leo XIV, saya mengutuk penghinaan terhadap Yang Mulia atas nama bangsa besar Iran. Penodaan terhadap Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan, tidak dapat diterima oleh siapa pun yang merdeka. Saya mendoakan kemuliaan Anda melalui Allah,” tulisnya.

Senada, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengecam keras pernyataan yang ditujukan kepada Paus. Ia menilai kritik tersebut tidak hanya bertentangan dengan nilai-nilai Kristiani, tetapi juga berpotensi merusak upaya perdamaian global.

“Penghinaan terhadap Paus tidak hanya tidak kristiani, tetapi juga merupakan serangan terang-terangan terhadap advokasi untuk perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan,” ujarnya.

Dukungan terhadap Paus Leo XIV juga datang dari sejumlah pemimpin Eropa. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menyampaikan solidaritasnya melalui media sosial.

“Siapa yang menabur angin akan menuai badai. Leo XIV menabur perdamaian dengan keberanian dan keteguhan,” tulisnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, turut menilai pernyataan Donald Trump terhadap Paus sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.

Pernyataan dari sejumlah pemimpin dunia tersebut menegaskan meluasnya dukungan internasional terhadap Paus Leo XIV di tengah polemik yang berkembang.(*)