SULSELONLINE.COM – Di tengah tingginya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin justru mengambil langkah berbeda. Ia memilih tidak mengajukan pengadaan mobil dinas baru selama masa kepemimpinannya.
Pada tahun 2026, PAD Makassar ditarget mencapai Rp2,3 triliun, tertinggi di Sulawesi Selatan (Sulsel). Keputusan ini terbilang kontras dibandingkan sejumlah daerah lain di Sulsel yang masih mengalokasikan anggaran besar untuk kendaraan dinas kepala daerah. Di Makassar, mobil dinas yang digunakan justru tergolong sederhana.
Munafri menjelaskan, langkah tersebut diambil dengan berbagai pertimbangan. Selain efisiensi anggaran, kondisi kendaraan dinas yang ada dinilai masih layak pakai dan sesuai kebutuhan. Karakteristik geografis Makassar yang relatif datar juga tidak memerlukan kendaraan dengan spesifikasi khusus.
“Mobil dinas mungkin sesuai dengan kebutuhan teman-teman. Kalau di Makassar ini kan tidak ada medan yang harus naik gunung, turun gunung,” ujar pria yang akrab disapa Appi itu di Balaikota Makassar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Rabu (15/4/2026).
Saat dilantik, terdapat dua kendaraan dinas yang masih relatif baru, yakni Toyota Alphard keluaran 2022 dan mobil listrik Hyundai Ioniq 5. Keduanya merupakan warisan dari kepemimpinan sebelumnya dan masih dalam kondisi baik, sehingga tidak mendesak untuk dilakukan pengadaan kendaraan baru.
“Ya, apa kita harus mengadakan kendaraan baru? Saya pikir ini kan tahunnya (pengadaan) masih relatif muda,” kata politisi Partai Golkar tersebut.
Atas dasar itu, Munafri memilih memanfaatkan kendaraan yang sudah tersedia tanpa menambah beban anggaran daerah. Ia pun memutuskan menggunakan mobil listrik Ioniq 5 sebagai kendaraan operasional.
“Jadi akhirnya saya putuskan untuk naik mobil Ioniq yang ada, yang mobil listrik itu,” ujarnya.
Penggunaan mobil listrik dinilai lebih efisien karena tidak memerlukan biaya bahan bakar seperti kendaraan konvensional. Terkait operasional, ia memastikan tidak ada kendala berarti selama penggunaan, meski sempat mengalami gangguan kecil yang dapat segera diatasi berkat dukungan layanan yang tersedia.
Ia bahkan menggambarkan kenyamanan mobil listrik tersebut dalam aktivitas sehari-hari. “So far sih enak-enak saja dipakai, kayak naik bom-bom car di dalam kota,” tambahnya.
Kebijakan tidak mengadakan mobil dinas baru menjadi bagian dari langkah efisiensi Pemerintah Kota Makassar. Di tengah tekanan penghematan anggaran dari pemerintah pusat, Munafri memilih mengalihkan belanja yang tidak mendesak ke program yang lebih menyentuh masyarakat.
Beberapa di antaranya meliputi penguatan sektor pendidikan melalui penyediaan seragam sekolah, perbaikan infrastruktur hingga lorong permukiman, serta program pemberdayaan ekonomi seperti subsidi iuran sampah dan pemenuhan kebutuhan dasar warga di wilayah kepulauan. (*)

Tinggalkan Balasan