SULSELONLINE.COM – Wajah haru terpancar dari Mirwan Idam saat berdiri di depan rumah barunya di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Bantuan bedah rumah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mengubah hunian yang sebelumnya tidak layak menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman dan aman.

“Alhamdulillah, saya berterima kasih banyak kepada Bupati Gowa, tim Baznas, Perkimtan, serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Gowa atas bantuan bedah rumah yang diberikan kepada saya dan keluarga,” ujar Mirwan, Senin (20/4/2026).

Program bedah rumah ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Gowa dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui program Gowa Sejahtera. Fokusnya tidak hanya pada bantuan sosial, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki hunian layak sebagai fondasi kehidupan yang lebih baik.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengaku telah meninjau langsung rumah Mirwan pada Sabtu (18/4/2026). Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menghadirkan rumah layak bagi warga yang membutuhkan.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Gowa untuk menghadirkan tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut Husniah, program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah, ASN sebagai orang tua asuh, hingga kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan sektor swasta.

“Mudah-mudahan ini terus mendapat dukungan dari semua kalangan di Gowa, bahkan dari luar daerah,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kami mengajak semuanya untuk bergotong-royong dan berkontribusi demi Gowa yang lebih maju,” tegasnya.

Berdasarkan data dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Gowa, capaian program bedah rumah cukup signifikan. Tercatat, sebanyak 62 unit rumah diperbaiki melalui kolaborasi pemerintah dan pengembang. Selain itu, Baznas Gowa telah menangani 35 unit rumah dan 2 unit lainnya masih dalam proses.

Program Inisiatif Orang Tua Asuh (OTA) turut berkontribusi dengan pembangunan 19 unit rumah. Sementara itu, bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) mencakup 195 unit berdasarkan data aspirasi dan 137 unit dari data Kementerian Sosial.

Kepala Dinas Perkimtan Gowa, Abdullah Sirajuddin, menjelaskan bahwa program ini didukung oleh berbagai sumber pendanaan.

“Baznas menjadi pilar utama melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, khususnya dari ASN. Selain itu, ada juga kontribusi CSR dari pihak swasta dan pengembang,” jelasnya.

Ia menambahkan, para pengembang turut diarahkan menyalurkan tanggung jawab sosial dalam bentuk material bangunan maupun pembiayaan penuh unit rumah. Bahkan, para “orang tua asuh” dari kalangan pejabat dan ASN juga kerap menggunakan dana pribadi untuk melengkapi kebutuhan rumah, seperti perabotan hingga sambungan listrik.

Menurutnya, hunian yang layak dan sehat akan meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan rasa aman bagi keluarga.

“Tujuannya agar masyarakat bisa keluar dari status kemiskinan ekstrem dan menuju target nol persen di Gowa,” pungkasnya. (*)