PSM Makassar harus mengakui ketangguhan Persib Bandung setelah tumbang 1-2 dalam laga sarat gengsi di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (17/5/2026).
Big match tersebut menjadi partai kandang terakhir Juku Eja di ajang Super League musim 2025/2026. Ribuan suporter yang memadati stadion sempat berharap PSM mampu mempertahankan dominasi atas Maung Bandung di Parepare. Namun, drama pada detik-detik akhir memupus harapan itu.
Persib lebih dulu membuka keunggulan pada menit ke-32 lewat sepakan kaki kiri Thom Haye yang gagal dibendung lini pertahanan tuan rumah. PSM bangkit di babak kedua. Kapten tim, Yuran Fernandes, sukses menyamakan kedudukan melalui sundulan keras pada menit ke-54.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, petaka datang bagi Juku Eja. Pada menit injury time 90+7, Julio Cesar muncul sebagai pahlawan Persib. Sundulannya menghujam gawang PSM dan memastikan kemenangan dramatis bagi Maung Bandung.
Asisten pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung yang telah memenuhi Stadion BJ Habibie. Meski kecewa dengan hasil akhir, ia tetap mengapresiasi perjuangan para pemain yang bertarung habis-habisan sepanjang pertandingan.
“Pertama-tama saya ingin memohon maaf kepada semua suporter yang telah memenuhi stadion, tapi pada akhirnya kita kalah di kandang,” ujar Amiruddin.
Ia menilai para pemain telah menunjukkan semangat juang luar biasa demi menjaga harga diri tim di hadapan publik sendiri.
“Kita harus respek kepada para pemain. Kerja keras mereka, kemauan mereka, kegigihan mereka harus kita apresiasi,” lanjutnya dalam sesi konferensi pers usai laga.
Menurutnya, atmosfer pertandingan berubah drastis akibat satu kesalahan kecil menjelang laga usai.
“Mereka berjuang sampai di menit akhir walaupun pada akhirnya satu kesalahan kecil membuat perubahan di papan skor. Tapi sekali lagi, saya sangat berterima kasih kepada para pemain,” katanya.
Kekecewaan juga tak mampu disembunyikan sang kapten, Yuran Fernandes. Bek jangkung itu mengakui pertandingan melawan Persib sangat menguras tenaga dan konsentrasi.
“Ini adalah pertandingan yang sangat, sangat sulit. Kami mencoba melakukan yang terbaik dan saya pikir kami telah memberikan segalanya di dalam lapangan. Kami melakukan semua yang kami bisa lakukan di pertandingan ini,” ungkapnya.
Namun pecahnya konsentrasi pada menit-menit krusial menjadi awal petaka bagi PSM.
“Sayangnya, pada menit terakhir kami kemasukan gol. Tapi saya pikir semua orang melihat bahwa kami berjuang sampai akhir, namun kami tidak mengakhiri pertandingan seperti yang kami inginkan,” tuturnya dengan nada lesu.
Kekalahan ini sekaligus mengakhiri dominasi PSM atas Persib di Stadion BJ Habibie. Selain itu, posisi klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan tersebut kini semakin rawan setelah tertahan di peringkat ke-14 dengan koleksi 34 poin.
Sementara itu, kemenangan dramatis ini membuat Persib semakin kokoh di puncak klasemen Super League 2025/2026 dengan raihan 78 poin. Maung Bandung unggul dua angka atas Borneo Samarinda FC yang pada pekan yang sama hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara.
Persaingan Juara dan Ancaman Degradasi Memanas
Dengan kompetisi yang tinggal menyisakan sedikit pertandingan, persaingan menuju tangga juara semakin sengit. Persib Bandung berada di posisi terdepan dan hanya membutuhkan konsistensi pada laga tersisa untuk mengunci gelar. Namun, Borneo Samarinda FC masih terus membayangi dan siap memanfaatkan setiap celah jika Persib terpeleset.
Di papan bawah, situasi tak kalah menegangkan. PSM Makassar yang kini berada di urutan ke-14 belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi. Selisih poin yang tipis membuat setiap pertandingan tersisa menjadi laga hidup dan mati bagi Juku Eja.
Beberapa klub penghuni zona merah juga masih berjuang keras keluar dari jeratan degradasi. Persaingan ketat di papan bawah dipastikan berlangsung hingga pekan terakhir, menjadikan akhir musim Super League 2025/2026 semakin panas dan penuh tekanan.

Tinggalkan Balasan