SULSELONLINE.COM – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S Deyang, memperkenalkan dua wakilnya, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, usai ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menggantikan Dadan Hindayana yang kini menjadi tersangka kasus dugaan penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam konferensi pers di Jakarta, Nanik menegaskan dirinya merupakan lulusan Biologi, bukan Kehutanan seperti yang beredar sebelumnya. Ia juga menugaskan Agustina, mantan Wakil Kepala BPKP dengan pengalaman 34 tahun sebagai auditor, untuk memperkuat pengawasan tata kelola dan keuangan BGN.
Sementara itu, Mayjen TNI Trenggono yang tengah berproses mengundurkan diri dari dinas aktif TNI akan membantu pelaksanaan program MBG, khususnya dalam aspek teritorial dan distribusi.
Sebagai langkah awal, Nanik mengumumkan moratorium pembukaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru. Kebijakan ini dilakukan untuk efisiensi anggaran sekaligus menata pemerataan layanan MBG. Saat ini tercatat lebih dari 27.000 dapur MBG telah beroperasi atau dalam tahap pelaksanaan, namun distribusinya dinilai belum merata.
Di sisi lain, Agustina menyoroti masih lemahnya integrasi data dan proses validasi dalam pelaksanaan MBG. Ia menegaskan fokus utamanya adalah membangun sistem tata kelola yang terintegrasi dan tidak bergantung pada individu, dengan memanfaatkan data lintas kementerian serta menindaklanjuti rekomendasi perbaikan dari berbagai lembaga, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Semua harus disistemkan, mulai dari data, sistem informasi hingga tata kelola, agar program berjalan lebih akuntabel dan transparan,” tegas Agustina.(*)

Tinggalkan Balasan