MAROS – Perekonomian Kabupaten Maros menunjukkan kinerja yang menggembirakan pada awal tahun 2026. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Maros pada Triwulan I 2026 mencapai 9,54 persen secara year on year (yoy).

Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Maros sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Sulawesi Selatan dari total 24 kabupaten/kota. Angka ini sekaligus menjadi indikator positif terhadap geliat aktivitas ekonomi yang terus berkembang di daerah tersebut.

Bupati Maros, Chaidir Syam, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi menunjukkan bahwa berbagai sektor produktif di Maros mampu berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.

“Pertumbuhan ekonomi sebesar 9,54 persen pada Triwulan I 2026 merupakan capaian yang patut disyukuri. Ini menandakan bahwa perekonomian Maros terus bergerak maju dan memiliki daya saing yang kuat di tingkat Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Chaidir menilai perkembangan teknologi serta percepatan transformasi digital menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu, berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah dan peningkatan kualitas pelayanan publik turut menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

Berdasarkan kajian Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Maros, pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini banyak ditopang oleh sektor transportasi dan pergudangan. Tingginya aktivitas di kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan sektor tersebut.

Tidak hanya itu, sektor properti dan industri pengolahan juga menunjukkan tren peningkatan investasi yang cukup signifikan sepanjang awal tahun.

Sementara itu, Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tingginya angka pertumbuhan, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan oleh warga hingga ke pelosok desa.

“Pemerintah daerah akan terus memastikan agar pertumbuhan ekonomi ini berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk melalui penguatan sektor pertanian, pengembangan pariwisata, serta pemberdayaan usaha masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengembangan sektor-sektor unggulan daerah akan tetap menjadi fokus pemerintah dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Maros juga berkomitmen menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan pelestarian budaya lokal sebagai identitas daerah.

Dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 9,54 persen pada Triwulan I 2026, Maros semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi tercepat di Sulawesi Selatan. Capaian tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif, merata, dan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.(*)