SULSELONLINE.COM – Amerika Serikat dan Iran dikabarkan mencapai kesepakatan damai yang menandai berakhirnya konflik antara kedua negara di Timur Tengah pada Minggu (14/6/2026).

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, menyatakan bahwa teks nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat telah rampung dan siap ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat mendatang.

“Teks nota kesepahaman telah diselesaikan dan penandatanganan resmi akan berlangsung di Swiss pada Jumat,” kata Gharibabadi kepada media pemerintah Iran.

Ia menegaskan bahwa komitmen kedua negara dalam kesepakatan tersebut mulai berlaku sejak penandatanganan dilakukan.

Menurut Gharibabadi, terdapat dua poin utama yang akan segera diimplementasikan sebagai bagian dari kesepakatan damai tersebut.

“Pertama, penghentian permanen dan segera perang di seluruh front, termasuk Lebanon. Kedua, pencabutan serta penghentian blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa nota kesepahaman tersebut bukan semata hasil diplomasi, melainkan juga merupakan buah dari apa yang disebutnya sebagai pencapaian militer Iran selama konflik berlangsung.

Pernyataan pemerintah Iran itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Washington dan Teheran telah tercapai.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran saat ini telah lengkap. Selamat untuk semuanya!” tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya.

Trump juga menyatakan telah memerintahkan pencabutan blokade yang dilakukan kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat terhadap jalur pelayaran Iran.

“Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir melalui Selat Hormuz,” tulis Trump.

Ia menambahkan bahwa pemerintah AS mengizinkan pembukaan penuh Selat Hormuz tanpa biaya tol serta memerintahkan penghentian segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat.

“Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat,” ujar Trump.

Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi langkah penting dalam meredakan ketegangan kawasan serta memulihkan stabilitas perdagangan dan distribusi energi global yang selama ini terdampak konflik.(*)