MAROS – Sebanyak 10 sekolah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, akan mendapatkan program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada tahun 2026.
Sekolah-sekolah tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Bantimurung, Camba, Mallawa, dan Moncongloe.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Asri Rajab, mengatakan sebelumnya pihaknya mengusulkan 65 sekolah untuk mendapatkan bantuan revitalisasi. Namun, setelah melalui proses verifikasi oleh tim Kemendikdasmen, hanya 10 sekolah yang dinyatakan lolos dan akan menerima program tersebut tahun ini.
“Jadi kami hanya mengusulkan, sedangkan penetapan sekolah penerima sepenuhnya menjadi kewenangan kementerian,” ujar Asri kepada Tribun Timur, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan, 10 sekolah yang akan direvitalisasi terdiri atas empat satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), termasuk taman kanak-kanak (TK) dan kelompok bermain, empat sekolah menengah pertama (SMP), serta dua sekolah dasar (SD).
Menurut Asri, sebagian besar sekolah penerima bantuan mengalami kerusakan pada plafon, atap, dan rangka kayu bangunan yang sudah lapuk. Selain itu, terdapat pula sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam.
“Ada juga yang rusak akibat angin kencang, seperti salah satu TK di Kecamatan Bantimurung,” katanya.
Program revitalisasi tersebut akan dilaksanakan dengan skema swakelola. Dalam pelaksanaannya, akan dibentuk panitia pembangunan sekolah, sementara kepala sekolah bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan.
“Untuk SMP dan PAUD proses revitalisasinya sudah berjalan, sementara untuk SD masih menunggu pelaksanaan,” ujarnya.
Besaran anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat bervariasi, mulai dari Rp59 juta hingga Rp374 juta, disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing sekolah.
Asri menambahkan, sejak tahun lalu program perbaikan atau revitalisasi sekolah tidak lagi ditangani pemerintah kabupaten. Seluruh proses kini menjadi kewenangan Kemendikdasmen, sedangkan pemerintah daerah dan pihak sekolah hanya mengusulkan sekolah yang dinilai membutuhkan perbaikan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maros, Jamaluddin, mengatakan pihaknya semula mengusulkan 16 SMP untuk mendapatkan program revitalisasi. Namun, setelah dilakukan verifikasi lapangan dan peninjauan data pokok pendidikan (Dapodik), hanya empat sekolah yang memenuhi syarat.
“Setelah dilakukan kunjungan ke sekolah dan pengecekan data Dapodik, akhirnya hanya empat SMP yang mendapat persetujuan revitalisasi,” tuturnya.(*)

Tinggalkan Balasan