SULSELONLINE.COM — Pemerintah Kabupaten Maros mengajukan permohonan bantuan hibah kendaraan pemadam kebakaran dan alat pelindung diri (APD) kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna memperkuat layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan di daerah.

 

Usulan tersebut disampaikan langsung Bupati Maros, Chaidir Syam, bersama Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, saat melakukan pertemuan dengan jajaran Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

 

Dalam pertemuan itu, Bupati dan Wakil Bupati didampingi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Maros, H. Jufri, bersama Sekretaris Dinas dan operator jabatan fungsional pemadam kebakaran.

 

Selain membahas usulan bantuan sarana dan prasarana, pertemuan tersebut juga menyoroti sejumlah agenda strategis, mulai dari pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) hingga penyusunan Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran dan Penyelamatan (RISPK).

 

Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kemendagri, Edy Suharmanto, didampingi Koordinator Sarana dan Prasarana Pemadam Kebakaran Kemendagri, Ringga Damara, mendorong pembentukan relawan pemadam kebakaran sebagai bagian dari penguatan sistem mitigasi dan penanggulangan kebakaran berbasis masyarakat.

 

Bupati Maros Chaidir Syam menegaskan bahwa penguatan sektor pemadam kebakaran dan penyelamatan menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya tuntutan pelayanan kepada masyarakat.

 

“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah pusat melalui bantuan hibah kendaraan dan perlengkapan Damkar untuk meningkatkan kapasitas pelayanan di Kabupaten Maros,” kata Chaidir.

 

Ia juga menyampaikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Maros untuk membentuk Relawan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Redkar) di seluruh desa dan kelurahan.

 

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Maros akan segera menyiapkan pembentukan sekitar 200 Redkar yang direncanakan dikukuhkan langsung oleh Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri.

 

Menurut Chaidir, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan guna mempersiapkan berbagai kebutuhan dalam mendukung agenda tersebut.

 

“Kami ingin memastikan Maros siap mendukung program-program nasional pemadam kebakaran dan penyelamatan, baik dari sisi kelembagaan, sumber daya manusia, maupun sarana pendukungnya,” ujarnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Damkar dan Penyelamatan Maros, M. Jalaluddin Roem Nurdin, mengatakan kunjungan ke Kemendagri juga menjadi momentum untuk memperjuangkan kebutuhan sarana dan prasarana yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

 

“Harapannya kebutuhan peralatan dan armada pemadam kebakaran bisa mendapat dukungan dari Kemendagri sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” katanya.

 

Selain mengajukan bantuan hibah, Pemerintah Kabupaten Maros juga menyatakan kesiapan mendukung berbagai agenda nasional di bidang pemadam kebakaran, penyelamatan, serta ketenteraman dan ketertiban umum yang akan dilaksanakan Kemendagri pada tahun-tahun mendatang.