SULSELONLINE.COM – Sebanyak 35 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengalami minim pendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Bahkan, empat sekolah hanya memperoleh satu pendaftar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Maros, Andi Wandi Bangsawan Putra Patabai, mengatakan sekolah-sekolah dengan jumlah pendaftar rendah umumnya berada di wilayah pegunungan, seperti Kecamatan Cenrana, Camba, Mallawa, dan Tompobulu.
Empat sekolah yang masing-masing hanya memiliki satu pendaftar yakni SDN 144 Holiang, SDN 177 Inpres Borongkaluku, SDN 205 Inpres Moncongjai, dan SDN 227 Inpres Bontocina. Salah satunya, SDN 144 Holiang, berada di Dusun Holiang, Desa Cenrana, Kecamatan Camba, kawasan terpencil yang berjarak sekitar 67 kilometer dari pusat Kota Maros dan hanya dapat diakses kendaraan roda dua melalui jalan setapak.
Selain itu, tiga sekolah menerima dua pendaftar, empat sekolah tiga pendaftar, tiga sekolah empat pendaftar, empat sekolah lima pendaftar, tiga sekolah enam pendaftar, lima sekolah tujuh pendaftar, empat sekolah delapan pendaftar, dan lima sekolah sembilan pendaftar.
Tak hanya jenjang SD, dua SMP juga mengalami kondisi serupa. SMP Unggulan Darussalam hanya menerima tiga pendaftar, sedangkan SMPN 29 Satap Malaka menerima delapan pendaftar.
Meski jumlah siswa baru minim, Andi Wandi memastikan seluruh sekolah tetap menjalankan proses belajar mengajar seperti biasa.
“Proses pembelajaran tetap berjalan seperti sekolah-sekolah yang siswanya banyak,” ujarnya.
Namun, ia mengakui jumlah siswa yang sedikit akan berdampak pada besaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima.
“Semakin sedikit siswa, semakin kecil dana BOS yang diterima sekolah,” katanya.
Tahun ini, total pendaftar SPMB di Kabupaten Maros mencapai 7.860 siswa, terdiri atas 5.474 siswa jenjang SD dan 2.386 siswa jenjang SMP.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Maros, A Takdir, mengatakan kondisi sebaliknya terjadi di 23 SD yang mengalami kelebihan pendaftar. Sekolah-sekolah tersebut berada di wilayah padat penduduk, seperti Moncongloe, Mandai, Tanralili, Bontoa, dan Marusu.
Menurutnya, tingginya pertumbuhan penduduk menjadi penyebab membludaknya jumlah pendaftar.
“Bayangkan, ada sekolah yang menerima hingga 64 pendaftar, padahal daya tampung satu ruang kelas hanya 28 siswa,” ujarnya.
Daftar SD dengan jumlah pendaftar di bawah 10 siswa
1 pendaftar
- SDN 144 Holiang
- SDN 177 Inpres Borongkaluku
- SDN 205 Inpres Moncongjai
- SDN 227 Inpres Bontocina
2 pendaftar
- SDN 59 Bonto Tengnga
- SDN 153 Inpres Rompegading
- SDN 184 Inpres Tanete
3 pendaftar
- SDN 42 Cambayya
- SDN 186 Inpres Bonto Manai
- SDN 224 Inpres Lekoboddong
- SDN 27 Bulu-bulu
4 pendaftar
- SDN 92 Burrung
- SDN 23 Latebbu
- SDN 85 Wanua Baru
5 pendaftar
- SDN 67 Mario
- SDN 197 Reamalempo
- SDN 33 Ladange
- SDN 90 Pangisoreng
6 pendaftar
- SDN 47 Kajuara
- SDN 247 Pattiro
- SDN 244 Pangia
7 pendaftar
- SDN 148 Inpres Bontoa
- SDN 10 Watang Bengo
- SDN 237 Labongke
- SDN 222 Pao-pao
- SDN 181 Inpres Kampung Tangnga
8 pendaftar
- SDN 116 Allu
- SDN 26 Maddenge
- SDN 164 Inpres Lappawarue
- SDN 6 Watang Mallawa
9 pendaftar
- SDN 229 Inpres Cambaya
- SDN 118 Inpres Matajang
- SDN 8 Sawaru
- SDN 54 Abbalu
- SDN 84 Pammentengan.(*)

Tinggalkan Balasan